BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang putusan Ahmad Romadon (26) warga Jalan PU, RT 008/RW 001, Kelurahan Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan atas perkara penggelapan dana pondok pesantren Temanggung Jaya Abadi kembali heboh, lantaran puluhan anak yatim dan pondok pesantren tersebut menggelar orasi di Depan Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (17/7/2018).

Ketua Yayasan Harsono Edwin Puspita memimpin langsung orasi tersebut, para santri terus mengumandangkan takbir. Dengan nada keras Harsono mengatakan pelaku adalah maling yang sudah sepantasnya mendapat hukuman yang setimpal dari Allah swt.



"Itu dana anak yatim, haram yang kamu makan. Cara membersihkannya kamu harus bertaubat, harus mengembalikan uang itu, kalian tidak ada malu. Kami tidak akan ikhlas, yang maling itu harus dihukum," teriak ketua yayasan itu.

Atas vonis yang diberikan Majelis Hakim selama 3 tahun, Harsono mengatakan kurang tinggi. Hanya saja dia menerima karena dia berpegang teguh dengan undang-undang yang ada.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR