METRO (Lampost.co)--Sekitar 200 alumni STM Perintis, SMT Pertanian Negeri, dan SMK 2 Negeri Metro menghadiri reuni akbar yang digelar di aula sekolah tersebut, Senin (18/6/2018).
Hadir pada acara itu juga di antaranya mantan kepala sekolah Amalus Syahrudin dan mantan guru seperti Sukamtono, Bowo, Wahadi Saeri, Sawardi, dan GP Suwandhi. Selain itu, juga hadir sejumlah tenaga pengajar yang masih aktif seperti Sumardi, Joko Purwanto, dan Trimuni. 
Ketua panita reuni akbar Pujiharso, angkatan 1983, menjelaskan jumlah peserta yang hadir sesuai dengan target terakhir menjelang pelaksanaan acara. 
Beberapa bulan sebelumnya, jelas Pujiharso, panitia memang menargetkan peserta yang hadir bisa mencapai 1.000 orang dari seluruh alumni. Untuk diketahui, sekolah ini telah meluluskan muridnya sejak 1976.
Tetapi mengingat acara digelar di sekitar hari raya Idulfitri dan banyak alumni yang berkiprah jauh dari Lampung, maka panitia mengoreksi target peserta menjadi sekitar 200 orang saja. 
"Melihat kondisi ini, kita bersyukur acara ini bisa dihadiri sekitar 200 orang," ujar Pujiharso.
Meski hanya sekitar 200 orang, peserta sudah cukup mewakili karena berasal dari berbagai daerah. Di antaranya ada yang datang dari Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Tangerang, bahkan ada yang dari Kalimantan.
Pujiharso berharap acara semacam ini bisa menjadi sarana untuk saling membantu dan bertukar informasi antara alumni, bukan sekadar ajang silaturahmi. 
Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan reuni untuk napak tilas mengelilingi lokasi sekolah yang kini bernama SMK Negeri 2 Metro tersebut--sebelumnya sekolah itu bernama STM Perintis dan SMT Pertanian Negeri Metro. Atik Suganda, angkatan 1982, yang sempat mengabdi cukup lama di sekolah tersebut menjadi salah satu alumni yang menjelaskan kemajuan sekolah itu kepada peserta.
Sejumlah senior mengakui banyak kemajuan di sekolah tersebut. "Suasana sekolah ini makin menyenangkan. Semakin hijau dan masjidnya bagus," ujar Untung, angkatan 1982, usai salat di masjid tersebut. Selain itu, banyak gedung baru yang megah seperti sport centre yang juga bisa digunakan masyarakat untuk menggelar pesta pernikahan. 
Tempat itu bisa menjadi pilihan karena daya tampungnya banyak dan arena parkir yang luas. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR