BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua pelajar dari SMP Negeri 2 Bandar Lampung mengharumkan nama Lampung dan Indonesia di ajang Vanda Science Global Finals of The Steam Ahead 2019 Competitions di Kuala Lumpur, Malaysia 26-30 Juli 2019. Event tersebut diikuti 450 orang dari 20 negara yang ada di dunia.

Kedua orang tersebut ialah Annisa Vidya Asmara kelas IX-1 mendapatkan 2 medali yakni Bronze Award (Mendali Perunggu) for outstanding achievement in Grade 08 Division dan saat sesi team chalange dirinya bergabung kontingen Singapura, Malaysia dan Vietnam mendapatkan Bronze Award (Mendali Perunggu) for outstanding team achievement in the Lower Secondary Division.



Kemudian Ratu Kirana Siva Khori mendapakan Bronze Award (Medali Perunggu) for outstanding team achievement in the Lower Secondary Division saat sesi team chalange bersama 2 orang dari Malaysia dan 1 orang asal Filipina. Kemudian Ratu juga mendapatkan Honorable Mention for outstanding achievement in Grade 07 Division.

"Saya semper nervous disana karena baru pengalaman pertama ikut lomba internasional. Tapi lambat laun terasa enjoy mengerjakan 20 soal IPA pilihan ganda selama 1 jam. Sementara untuk yang team kita disuruh buat pesawat terbang dari bahan styorofoam," kata Annisa Vidya Asmara saat ditemui di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, Jalan Pramuka, Rabu (31/7/2019).

Kemudian warga Bumi Puspa Kencana Gedung Meneng ini menceritakan untuk mengikuti perlombaan dirinya melakukan persiapan dengan belajar disekolah dan di tempat bimbingan belajar. Sebelumnya ia juga pernah mengikuti OSN Tingkat Kota 2018 Peringkat 5 dan OSN Tingkat Provinsi 2019 Peringkat 4. Kemudian lembaga bimbingan belajarnya mengarahkan dirinya untuk ikut lomba di Malaysia.

"Keluarga dan sekolah mensuport penuh. Ketika saya jenuh belajar, saya boleh main sama temen-temen untuk nonton atau jalan-jalan kemall," kata buah hati dari pasangan Oktafany dan Tri Umiana Soleha yang berprofe sebagai dokter dan dosen di Universitas Lampung.

Sementara itu Ratu Kirana Siva Khori sempat grogi ketika mengikuti lomba karena soal-soal pertanyaannya menggunakan bahasa inggris. Namun dirinya mencoba untuk tenang dan melihat perjuangan orang tua dan guru yang telah mensuport dirinya. Sehingga dirinya kembali semangat dan termotivasi 

Ia menceritakan dirinya sempat bingung saat di Kuala Lumpur karena baru pertama kali datang kenegeri jiran tersebut. Ia mengatakan dirinya sempat nyasar salah masuk ruangan acara dan masuk keruangan negara lain. Namun dirinya beryukur sempat melihat rekannya sehingga bisa bergabung di meja yang sudah ditetapkan.

"Kemudian ketika berada di Twin Tower The Petronas Tower bersama keluarga sempat bingung karena mobil jemputannya gak dateng-dateng. Handphone ayah juga mati. Setengah jam nunggu terus kita pulang jalan kaki kehotel," kata buah hati dari pasangan Ratu Migo Meicy Juantian dan Abi Khoiri ini.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR