BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas pengamanan penerimaan Negara di akhir tahun 2017, terutama membahas teknis fasilitas untuk penerimaan negara seperti berfungsinya ATM, IB,MB,EDC, disampin secara manual melalui teller. 

Rakor diikuti oleh Kakanwil DJBC Sumbagbar, Kakanwil DJKN Lampung Bengkulu, Kakanwil DJP Bengkulu Lampung, Kepala KPP Telukbetung, Tanjungkarang, Kedaton, KPPBC dan KPPN Bandar Lampung, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Lampung, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan perbankan di Bandar Lampung serta PT.Pos Indonesia, bertempat di aula kantor DJPb Lampungsetempat, Kamis (28/12/2016). 
Indra Krisna, Kepala OJK Lampung, ingin memastikan setiap kewajiban dari wajib setor dapat melakukan transaksinya untuk mendorong penerimaan Negara di Lampung. Memastikan bank/pos buka dan menjamin keamanan bank dan wajib bayar, antara lan dengan melakukan lembur khusus untuk mendukung fasilitas penerimaan akhir tahun ini. Dari Bank Indonesia menyampaikan bahwa akan mendukung transaksi penerimaan akhir tahun ini, dan siap untuk membantu pihak perbankan yang mengalami kendala.
Minhairin, Kepala Bakuda Lampung, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan mendukung penerimaan akhir tahun. Pengalaman tahun lalu keterlambatan setor pajak dikarenakan transaksi dilakukan di akhir tahun, sehingga uangnya masih di kas daerah, hasil pertemuan ini juga akan disampaikan ke pemda kota/kabupaten di provinsi Lampung dan juga kepada Bank Lampung sebagai pemegang kas daerah. Dengan harapan untuk tahun 2017 ini semua kewajiban penyetoran tahun 2017 dapat dlaksanakan tahun ini juga.
Hasanto, Wapinwil BRI Lampung, mengatakan untuk hari Sabtu tanggal 30 Desember membuka 9 cabang di Provinsi Lampung buat mendukung penerimaan akhir tahun, layanan dibuka dari jam 08.00 sd. 15.00 WIB. Pembayaran e-banking akan menjadi alternatif untuk mendukung penerimaan akhir tahun 2017 ini. Demikian juga dari BCA, PT Pos mempunyai komitmen yang sama mendukung transaksi penerimaan akhir tahun ini. Bank Lampung akan buka sampai selesai walaupun sampai tengah malam, sesuai tarnsaksi dari Pemda Provinsi/Kab/Kota. 
Yusmariza, Kakanwil DJBC Sumbagbar menyampaikan jajaran Bea dan Cukai untuk mendukung langkah-langkah mengawal penerimaan akhir tahun di provinsi Lampung. 
Eriswan, Kepala KPPN Bandar Lampung, menyampaikan bahwa mitra kerja bank/pos persepsi telah bekerjasama dengan baik, dan saat ini telah bekerjasama dengan bank Mandiri untuk penempatan mobile banking untuk fasilitas penyetoran wajiab bayar/setor. 
Abdul Gani, Kepala KPP Tanjungkarang dengan peralihan transaksi secara elektronik, perlu juga diperhatikan wajib pajak yang masih tradisional dapat terfasilitasi dengan layanan tradisional melalui teller atau mobile banking. 
Dari diskusi yang terjadi dapat disimpulkan bahwa peranan teller masih sangat besar dalam menghimpun penerimaan Negara. Oleh karena itu pada  30 Desember 2017, bank/pos persepsi buka layanan sampai jam 15.00 WIB. “Mari kita bersama-sama untuk mengawal penerimaan akhir tahun ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang ada. Jajaran Kekemkeu, BI, OJK dan perbankan siap membantu apabila terdapat kendala dan permasalahan yang ada”, demikian Kakanwil DJPb Lampung Alfiker mengakhiri acara Rakor pengamanan penerimaan akhir tahun 2017.




 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR