SURAH Az-Zukhruf dari Ayat (23) menjelaskan tentang orang yang mengikuti kebiasaan nenek moyangnya. Dapat juga diartikan orang-orang yang tidak mau memercayai kalimat tauhid dari Nabi Ibrahim as. Namun, mereka (orang-orang itu) memercayai sihir, mereka menganggap peringatan yang diberikan para nabi sebagai sihir.

Mereka lalu berdalih mengikuti tradisi lama. Ayat ini menyatakan demikian.



"Itulah keadaannya sejak dahulu seperti itu kami tidak mengutus seorang pun sebelum Nabi Muhammad saw. Dan tidak mengutus pada suatu kota seorang utusan yang memberi peringatan, kecukupan, kecuali orang-orang yang berfoya-foya ini dari orang tua kami sejak lama, kami akan mengikuti jejak mereka."

Jadi intinya sudah menjadi tradisi masyarakat apalagi yang sudah mapan biasanya mereka akan mengatakan, "Sudahlah kita sudah mapan begini ikuti saja tradisi orang tua kami."

***

Nabi diajarkan Alquran memberi suatu jawaban yang sangat halus dan sopan. Mari perhatikan, "Katakanlah wahai Muhammad katakanlah kalian akan tetap mengikuti tradisi orang tua kalian itu walaupun aku telah mendatangkan kepadamu yang lebih baik daripada apa yang kamu temukan. Kami mendapat hidayat dari orang tua kami. Apakah kamu masih mengikuti walaupun saya mendatangkan sesuatu yang lebih, berhadapan dengan yang lebih baik."

Yang saya mau katakan kesopanannya yakni apa yang dilakukan orang tua mereka dengan menyembah berhala tidak baik dan itu bukan petunjuk. Namun, Nabi diajarkan jangan menyatakan itu tidak baik.

Mereka menolak pokoknya kami tidak percaya kamu. Itu jawaban mereka. "Maka kami menjatuhkan siksa kepada mereka."

Dalam surah tersebut juga bercerita tentang Nabi Ibrahim as. Bagaimana sikap Nabi Ibrahim, renungkan saat Nabi Ibrahim berkata, pamannya berkata dan kepada kaumnya.

"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, tetapi yang saya sembah adalah yang menciptakan saya dan dialah yang memberikan petunjuk kepada saya."

Nabi Ibrahim as memiliki keistimewaan yang sangat besar. Nabi sebelumnya memperkenalkan Tuhan sebagai tuhan suku, tetapi Nabi Ibrahim memperkenalkan Allah sebagai tuhan seluruh alam.

Dan dijadikannya keyakinan tentang keesaan Allah bahwa tuhan itu Allah sekalian seluruh alam. Kalimat ini dijadikan Nabi Ibrahim as kalimat yang langgeng pada warganya, anak cucunya, atau pada umatnya. Jadi sejak itu orang berkata Nabi Ibrahim pengumandang ketuhanan yang Maha Esa.

Selanjutnya dalam surah ini juga dijelaskan agar suasana orang itu (orang-orang menyembah berhala) kembali merenung dan mengingat Allah, tetapi yang jadi orang yang berfoya-foya. "Allah memberikan mereka kenikmatan sampai datang kepada mereka kebenaran yang dibawa Rasul yang nyata, tetapi kebenaran itu datang oleh sang Rasul dan mereka berkata ini adalah penyihir dan kami tidak percaya."

Kenapa mereka menduga nabi ini adalah penyihir? Sebab, setiap Nabi datang membawa mukjizat. Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa tidak bisa dilakukan orang lain.

Ayat selanjutnya. Dan mereka juga berkata ada orang musyrik di Mekah yang mengaku sebagai keturunan Nabi Ibrahim. (Menurut orang-orang yang tidak percaya sihir mengatakan) Mestinya Alquran diturunkan pada salah seorang yang agung yang terdapat dari dua kota. Maksudnya adalah kalimat mereka menunjukkan mereka menyadari Alquran ini hebat. Namun, kenapa Nabi Muhammad (yang menerimanya) mestinya ini diterima orang yang hebat di negeri ini.

Siapa yang dimaksud, ada orang di Mekah yang hebat dan kaya mestinya dia yang dapat, bukan Muhammad. Karena Muhammad miskin. Ada apalagi orang yang jaraknya 120 meter dari Mekah dan dia orang terkenal mestinya dia (yang menerima Alquran).

Jadi dia merasa kepemimpinan yang ditetapkan Allah kepada seorang nabi sebenarnya yang wajar menerimanya orang kaya, orang yang berpengaruh di masyarakat. Ini menurut pemikiran manusia, Tuhan pun membantahkanya.

"Apa mereka yang mau bagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi-bagi antara mereka kebutuhan hidup mereka dalam dunia ini, kami yang meninggikan sebagian mereka atau yang lain agar yang lain bisa menggunakan tenaga, potensi yang ada pada yang lain."

Maksudnya adalah kenapa Tuhan bagi seperti itu supaya ada kerja sama. Orang kaya bisa jadi dia tidak kuat mengangkat barangnya dan perlu ada yang bantu. Orang miskin punya kekuatan, tetapi usaha dia kerja dengan yang kaya sehingga perbedaan ini diatur Allah untuk kemaslahatannya manusia. Jadi ketahuilah apa yang dibagikan Allah itu rahmat apa pun itu. Jika Anda memperoleh atau mencari sesuatu yang tidak dirahmati Allah itu bukan rahmat itu siksa.

Dalam memberikan tugas kenabian hanya Allah swt yang mengetahui, Dia yang paham mengetahui siapa yang diberi tugas kenabian. Manusia jangan punya usul karena dia tidak tahu.

Lalu Nabi Muhammad kenapa demikian? Banyak jawaban tetapi tidak pasti salah satu jawabannya, Islam ini ajaran yang ingin disampaikan ke seluruh penjuru dunia, sebaiknya dia bermula dari ujung kiri atau kanan? Namun, dimulai dari tengah (Persia, Irak dan lainnya).

Ketika itu, Nabi Muhammad sudah bisa menghimpun perselisihan yang terjadi. Orang yang paling hebat dan diketahui ketika itu adalah Nabi Muhammad saw. Dia juga sudah mendapat gelar Al Amin.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR