BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Merlandi Saputra alias Olan (29) Warga Jalan Agussalim, Gang Raden Patah, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, didakwa Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan tiga pasal, yakni Pasal 114,113,112 tentang Narkotika.

Merlandi didakwa tentang pasal Narkotika atas perbuatan meracik sendiri narkotika jenis ekstasi. Selain menyita barang bukti berupa ekstasi yang terdakwa racik sendiri, terdakwa juga didakwa atas kepemilikan sabu-sabu seberat 65,8235 gram.



Jaksa Penuntut Umum Andi Gustiawan dalam surat dakwaanya mengatakan, Merlandi didakwa melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, narkotika golongan 1 bukan tanaman berupa metamfetamin berbentuk kristal warna putih dengan berat 65,8235 gram dan 25 butir pil ekstasi yang terdakwa racik dikediamannya sendiri.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa, kata Jaksa, bermula pada 21 Januari 2018. Saat itu anggota Direktorat Narkoba Polda Lampung mendapat informasi dari masyarakat jika adanya tindak pidana narkotika yang dilakukan terdakwa. Lalu pada pukul 20.30 wib dilakukan penangkapan berikut barang bukti berupa pil warna-warni yang diduga narkotika. Selain itu, petugas juga menyita narkotika berupa serbuk putih yang diduga sabu yang terbungkus plastik bening dengan berat 65,8235.

"Saat petugas melakukan interogasi terhadap terdakwa, terdakwa membenarkan jika beberapa pil dengan bermacam warna yang diduga ekstasi itu ia buat sendiri dirumahnya," kata Jaksa.

Menurut Jaksa dalam dakwaanya, bahan campuran untuk membuat pil yang diduga ekstasi tersebut, terdakwa beli dari warung obat, dengan bahan yang digunakan terdakwa untuk membuat ekstasi palsu seperti obat sakit kepala berupa Paramex, obat sesak napas kemudian dicampur dengan air bekas konsumsi sabu," kata Jaksa.

Satu butir pil yang berhasil terdakwa buat dijual dengan harga Rp50 ribu kepada orang yang telah memesan sebelumnya. Bahwa berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris Laboratorium BNN Nomor 414 AN/II/2018 balai kab narkotika pada 27 Januari 2018 benar mengandung metamfetamin, namun tidak secara keseluruhan barang mengandung metamfetamin.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR