JAKARTA (Lampost.co)--Rumah Cemara menjadi tempat pergelaran perdana Rabu Satu Talkshow, sebuah helatan diskusi ringan yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, komunitas, serta mengundang sosok-sosok yang kita temui sehari-hari. Orang-orang baik yang bekerja keras karena ingin maju. Rabu Satu Talkshow yang perdana ini mengusung tema diskusi Sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Harapan untuk alam dan lingkungan hidup Indonesia sesi talkshow Rabu Satu dibuka oleh Fiki Satari selaku direktur konten tim kampanye nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang memaparkan beragam capaian pemerintah berkaitan dengan alam dan lingkungan hidup. Dalam kesempatan tersebut, Fiki Satari menggarisbawahi komitmen dan harapan Jokowi untuk sumber daya alam dan lingkungan hidup Indonesia.



“Ke depan, penguatan tata kelola sumber daya alam, khususnya untuk menjamin ketahanan pangan, pengembangan ekonomi kerakyatan, dan tentunya konservasi lingkungan akan lebih ditingkatkan,” ditegaskan Fiki Satari dalam kesempatan tersebut, Rabu (6/2/2019).

Bertindak sebagai moderator adalah Emmy Hafild, seorang aktivis lingkungan senior yang mengawali sesi diskusi dengan memaparkan beberapa pencapaian fantastis pemerintahan Jokowi.

Usai paparan tersebut, Emmy mengundang Hamzah sebagai perwakilan Paguyuban Tani Sunda Hejo, Garut, Jawa Barat, untuk berbagi pengalaman selaku masyarakat yang merasakan dampak baik Perhutanan Sosial. Program ini efektif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya alamnya sesuai dengan kearifan lokal. Keterlibatan aktif dari warga, termasuk petani perempuan, juga memungkinkan peningkatan kesejahteraan yang sebelumnya tidak optimal.

“Adanya program Perhutanan Sosial memungkinkan 35 tahun bagi petani untuk mengelola lahannya dengan tenang. Tanah pun boleh diwariskan, sepanjang tidak disalahgunakan,” ujar Hamzah.

Capaian akses Perhutanan Sosial melesat pesat di bawah kepemimpinan Jokowi. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan selama kurun waktu tujuh tahun (2007—2014) hanya 0,46 juta ha lahan yang dikelola masyarakat. Angka ini meningkat 450% dalam waktu 4 tahun (2015—2018). Lebih dari 267 ribu keluarga telah merasakan manfaat program ini.

Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad, yang dihadirkan sebagai salah satu narasumber dalam Rabu Satu perdana, juga membenarkan pernyataan Hamzah, sebutnya “Solusinya memang pengelolaan hutan oleh masyarakat. Sebagai bentuk nyata dari konsep program Perhutanan Sosial yang digagas oleh pemerintahan Jokowi," kata dia.

Antusiasme pengunjung Rabu Satu terlihat sangat tinggi dengan munculnya beberapa pertanyaan saat sesi tanya jawab dibuka kepada para masyarakat penerima manfaat program pemerintah yang dihadirkan.

Tati, salah satu audiens dalam Rabu Satu, bahkan menyebutkan keinginannya untuk mengunjungi Muara Gembong untuk melihat langsung aktivitas usaha para anggota Kelompok Tani Tambak Udang Mina Bakti setelah mendengar langsung paparan dari Aang.

Tidak tanggung-tanggung salah satu audiens yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Sucianti, bahkan mengundang perwakilan Mina Bakti dan Sunda Hejo untuk hadir ke Sulawesi Tenggara dan berbagi ilmu untuk diterapkan di Sulawesi Tenggara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR