JAKARTA (Lampost.co)--Lembaga yang mendedikasikan diri pada dunia pendidikan, Quipper, Zenius, dan Solve Education menyerukan pentingnya memajukan industri editech bagi pendidikan di Indonesia. Hal itu terungkap dalam quipper zenius SE discussion di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dalam diskusi terungkap selama beberapa tahun belakangan ini, Education Technology atau Edtech dikenal sebagai salah satu bentuk transformasi pendidikan. 



Di Asia, Edtech semakin diminati dan diimplementasikan di banyak negara. Contohnya di Indonesia, pada tahun 2015 saat Quipper hadir pertamakali memberikan layanan bebas biaya melalui Quipper School yang memudahkan guru dan siswa dalam mengatur kelas secara daring dengan sistem Learning Management System. 

Takuya Homma, Founding Member Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia mengatakan sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan Edtech tercepat.

Saat Quipper masuk ke Indonesia 2015 lalu, belum ada pemain yang menyentuh ranah konten pendidikan berbasis video streaming.

"Sebagai pionir Edtech di Indonesia, kami justru sangat mendukung perkembangan Edtech yang sangat dinamis dengan hadirnya pemain yang semakin banyak," kata Takuya. 
Dia berharap industri Edtech di Indonesia semakin tumbuh sehat, tepat, dan terarah,” ungkap Takuya Homma.

Lain halnya dengan Zenius, perusahaan Edtech yang memiliki perhatian khusus terhadap pemahaman konsep dan penalaran ilmiah di samping pemanfaatan teknologi. 
Sabda PS, Founder Zenius mengatakan dengan dinamisnya perkembangan dunia saat ini, sangat penting bagi peserta didik Indonesia untuk memiliki keahlian kognitif, kemampuan dasar berpikir yang kuat, agar dapat terus beradaptasi. 

Selain Quipper dan Zenius, ada juga Solve Education yang merupakan organisasi nirlaba yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri Edtech di Indonesia.

Sebagai organisasi nirlaba, Solve Education! berfokus pada perbaikan motivasi dan cara belajar. Melalui riset yang dilakukan oleh Solve Education! ditemukan fakta  gamification merupakan faktor dominan yang berperan penting dalam perbaikan motivasi belajar anak. 

Director Education and Development Solve Education! Talitha Amalia mengatakan pihaknya  membangun arsitektur mobile educational games untuk membantu para pelajar dan pengajar sekaligus. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR