PESAWARAN (Lampost.co) -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, mengajarkan tips kepada kepala sekolah dan guru yang berada di Kecamatan Kedondong dalam menghadapi oknum wartawan nakal.

Ketua PWI Pesawaran Erdanizar mengatakan, kepala sekolah maupun guru berhak menanyakan karya jurnalistik para oknum wartawan yang datang ke sekolah.



"Kalau ada orang yang mengaku wartawan, yang bapak ibu bisa menanyakan mana karya tulis mereka, karena wartawan adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan atau dimuat di media massa tempat mereka bekerja," jelas Erdanizar saat melakukan sosialisasi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, di gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kedondong, Senin, 2 September 2019.

Lebih lanjut dirinya mengatakan saat ini banyak oknum yang mengaku wartawan hanya bermodalkan id card (kartu tanda pengenal) yang mereka cetak sendiri ditempat percetakan.

"Kalau hanya id card, bapak ibu yang hadir pada hari ini pun bisa memiliki id card pers. Tapi kalau untuk karya tulis atau karya jurnalistik itu yang tidak dimiliki oleh para oknum wartawan yang nakal," ungkapnya.

Sementara itu, kepala seksi pendidikan PWI Pesawaran, Maryadi mengatakan sosialisasi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 kedepannya tidak hanya diberikan kepada guru saja, tetapi juga PWI berencana akan memberikan pemahaman tersebut kepada para kepala desa yang ada di 148 desa di Bumi Andan Jejama.

"Saat ini kepala sekolah dan kepala desa menjadi incaran para oknum wartawan nakal, karena kita ketahui oknum mendatangi kepala sekolah ketika gajian ataupun ketika dana BOS cair. Sedangkan kepala desa di datangi ketika ADD maupun DD sudah cair juga, dengan alibi bersilaturahmi dan ujung-ujungnya minta uang bensin," paparnya.

Dirinya juga berpesan kepada kepala sekolah yang hadir, agar tidak memberikan fotocopy LPJ dana BOS yang diterima sekolah. "Kita banyak menerima laporan dari guru-guru yang ada di beberapa kecamatan ada oknum wartawan yang memaksa minta fotocopy LPJ tersebut. Intinya ibu bapak sekalian jangan pernah memberikan karena itu dokumen rahasia, dan wartawan tidak berhak meminta itu," paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suadi yang diwakili Koordinator Kecamatan Pendidikan Kecamatan Kedondong Zulpie menyampaikan terima kasih kepada PWI Pesawaran yang telah memberikan pemahaman apa itu pers dan fungsinya."Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, kedepan guru guru yang ada di Kecamatan Kedondong, dapat bekerja sama dengan baik dengan pers untuk memajukan pendidikan di Pesawaran," tutupnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR