LIWA (Lampost.co)-- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun ini menjadikan Puskesmas Sekincau sebagai Puskesmas percontohan bagi kegiatan gerakan deteksi dini faktor risiko (FR) penyakit tidak menular (PTM). 
 
Terkait kegiatan itu, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Lampung Barat, Rabu (10/4/2019), melaksanakan sosialisasi yang dipusatkan di gedung PKK Liwa dengan pematerinya salahsatunya adalah Kasi P2PTM Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Sri Aryanti. 
 
Sosialisasi itu menghadirkan aparat Puskesmas Sekincau, camat Sekincau, peratin/lurah sekecamatan Sekincau, para kepala dusun sekecamatan Sekincau, tokoh agama dan tokoh masyarakat Sekincau. Kemudian seluruh kepala Puskesmas se-Lambar, pengelola PTM Puskesmas se-Lambar dan lain sebagainya. 
 
Sosialisasi itu dibuka oleh Kadiskes Lambar Paijo. Menurut Paijo, PTM itu memang terlihat ringan dan sering dianggap sepele karena sifatnya tidak menular. 
 
Akan tetapi meskipun dinilai ringan dan tidak menular namun kenyataanya PTM banyak juga yang menyebabkan kasus kematian. Bahkan ada beberapa penyakit PTM yang pengobatanya tidak tuntas.  

Karena itu, lanjut dia, pihaknya menyambut baik dan terima kasih atas dilaksanakanya kegiatan sosialisasi gerakan deteksi dini faktor risiko PTM dengan menjadikan Puskesmas Sekincau sebagai Puskesmas percontohan. 
 
Melalui kegiatan sosialisasi deteksi dini FR PTM ini maka masyarakat Lambar diberikan pencerahan tentang apakah dirinya mengalami faktor risiko PTM dan bagaimana cara untuk menjaga diri agar terhindar dari risiko PTM tersebut. Ia emniali, hal ini sangat penting sebab riwayat PTM sering diabaikan padahal PTM juga cukup berbahaya. 
 
Sementara dr. Ayu selaku pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, menyampaikan melalui kegiatan ini maka akan diketahui bagaimana tingkat kesehatan masyarakat di Lambar. 
 
Sebab setiap peserta dalam kegiatan ini digiring ke meja pelayanan Pos Bindu guna dilakukan pemeriksaan kesehatanya.



Menurutnya, ada berbagai jenis kasus PTM. Diantaranya diabetes militus, obisitas, darah tinggi dan lain sebagainya. Orang yang menderita obisitas akan mengalami banyak risiko penyakit lain yang muncul menyertainya. 
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR