KEMAJUAN teknologi menjadi pembeda penting sebuah peradaban. Bangsa tanpa teknologi lebih mirip bangsa tanpa peradaban. Teknologi sebagai unsur sistem budaya tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga sudah melekat dalam hidup keseharian masyarakat kita.
Dalam perspektif itulah, Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi tumpuan bagi pengembangan teknologi di Sumatera. Kampus yang berada di Desa Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan, ini menjadi penyeimbang agar tidak hanya berpusat di Jawa.
Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam orasi ilmiah perayaan dies natalis ke-3 Itera kampus setempat, Jumat (6/10/2017), itu tentu sangat tepat. Sebab, di Indonesia hanya terdapat dua institut besar yang fokus di bidang teknologi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah hampir 250 juta jiwa.
Sumatera dan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan dibutuhkan sumber daya manusia terampil untuk mengelola. Keberadaan Itera bisa mendorong peningkatan SDM sehingga mampu menguasai teknologi dan memiliki inovasi dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Target Rektor Itera Ofyar Zainuddin Tamin menyelesaikan tugas yang dibebankan pemerintah untuk dapat memberikan kontribusi setara dengan ITB dalam waktu 20 tahun tentu harus didukung. Namun, dibutuhkan percepatan agar target pengembangan Itera bisa tuntas dalam 10 tahun.
Langkah Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dengan memberikan lahan seluas 150 hektare di Jalan Terusan Ryacudu, Desa Way Huwi, Jatiagung, kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung (Unila) juga patut diapresiasi.
Mengingat dalam rangka membangun Lampung sebagai daerah pendidikan, Pemprov juga telah memikirkan hal itu dengan telah menyiapkan lahan baru bagi Unila dan UIN di sekitar kampus Itera. Hibah lahan tersebut akan diserahkan dari Pemprov kepada kedua kampus tersebut pada Oktober ini.
Semua itu tak lepas dari keinginan Pemprov untuk memudahkan putra-putri terbaik Lampung melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi di rumah sendiri baik ke Itera, Unila, maupun UIN.
Penguasaan teknologi menjadi penentu untuk memenangi persaingan di era global saat ini. Pasar bebas bukan lagi ancaman, tetapi sudah berlangsung saat ini.
Segenap masyarakat Lampung berharap Itera akan menghasilkan tenaga ahli yang mampu membawa bangsa ini memenangi pasar bebas. Provinsi Lampung diharapkan menjadi pusat pendidikan baru di Sumatera dengan tiga pilar Unila, UIN, dan Itera. n

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR