KALIANDA (Lampost.co) -- Dengan menjanjikan bunga pinjaman uang yang cukup besar, NPR (40) bendahara organisasi wanita umat Hindu Dharma di Dusun Yogaloka, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, kabupaten Lampung Selatan diduga membawa kabur uang milik anggota kurang lebih mencapai Rp8,5 miliar.

Akibat ulah wanita tersebut, sebanyak 77 warga di Dusun Kandis dan Dusun Yogaloka, desa setempat mengalami kerugian antara Rp20 juta hingga Rp100 juta per orang.



“Selain membawa kabur uang yang di pinjamnya, pelaku juga membawa uang arisan milik organisasi umat Hindu di dusun ini. Uang yang dibawa kabur ditaksir mencapai Rp8,5 miliar,” kata I Nyoman Suartono warga setempat kepada Lampost.co, Rabu (18/42018).

Ia menjelaskan 77 warga telah melapor menjadi korban penipuan wanita tersebut. Pelaku meminjam uang kepada para korban rata-rata sebesar Rp20 juta hingga Rp100 juta per orang dengan bukti kwitansi utang piutang. “Kami akan melaporkan kasus ini ke polisi. Kami harap pelaku yang kabur bersama suaminya bisa segera ditangkap,” kata dia.

Terpisah, Ketua Organisasi Wanita Umat Hindu Dusun Yogaloka, Ni Wayan Analisa Ana, menuturkan, selain membawa uang arisan organisasi, pelaku juga meminjam uang miliknya. “Pelaku saya pinjamin uang karena saya percaya. Selain menjanjikan akan mengembalikan uang plus bunga 7,5 persen,”  kata Ni Wayan.

Dia tidak menyangka bendaharanya tega mengelabui organisasi dan masyarakat. Sebab selama ini ia mengenal pelaku NPK adalah sosok yang baik. Bahkan, termasuk warga teladan di Dusun Yogaloka. “Karena percaya, maka kami posisikan sebagai bendahara di organisasi kami,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun Lampost.co, kaburnya pelaku bersama suaminya NK (45), setelah pelaku berpura-pura mengalami gangguan jiwa. Dan suaminya mengantarkan istrinya itu berobat ke rumah sakit jiwa di Bandar Lampung pada Jumat (23/3/2018) lalu.

“Kami prihatin melihat kondisinya. Maka itu kami izinkan suami NPR membawanya ke rumah sakit jiwa. Namun setelah tiga hari tidak pulang ke rumah, kami hubungi nomor ponselnya sudah tidak aktif,” ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR