BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Ainin Niswati mengatakan sebagian besar tanah pertanian di Indonesia sakit akibatnya efisiensi pemupukan rendah sehingga menimbulkan kerugian bagi petani karena produksinya menurun.

"Tanah mulai sakit terjadi karena dalam pengelolaan tanah kurang baik, seperti terlalu banyak menggunakan pupuk berbahan kimia yang tinggi dan ingin praktis  cepat mendapatkan hasil," kata dia pada Seminar Daerah bertajuk Pertanian Berkelanjutan, Investasi untuk Anak Cucu yang digagas oleh Kelompok Studi Pertanian Politeknik Negeri Lampung (Polinea), di GSG setempat, Sabtu (7/10/2017).



Ia mengatakan, pengunaan pupuk kimia dapat menimbulkan pencemaran lingkungan seperti lahan mejadi rusak, tanah keras, sukar diolah, hama penyakit makin banyak, dan produksi menurun.

"Bila tanah sudah megalami kerusakan, seberapa bayak pupuk digunakan tetap saja hasil produsi rendah. Untuk mengembalikan tanah menjadi sehat petani mendiamkan dalam waktu tertentu tanpa ditanami sampai masanya pulih kembali," ujarnya.

Menurut dia, jika kondisi tanah sudah sehat, petani dalam bercocok tanam diharapkan menggunakan pupuk yang mengandung bahan organik tinggi seperti membuat kompos dengan bahan di sekitar lahan agar efisiensi biaya.

Pupuk berbahan organik sangat banyak dapat dijumpai petani disekitar lahan, seperti berbahan baku dari limbah pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan sebagianya, asalkan dalam proses pembuatan dilakukan dengan cara yang baik dan benar, kata dia.

Menurut dia, penggunaan pupuk organik sangat cepat menyehatkan tanah dan menjamin keberlanjutan kesehaan tanah dalam memproduksi tanaman dan dapat dibuat sendiri oleh para petani di Indonesia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR