LAMPUNG POST | lampost.co logo

STREAMING RADIO SAI 100 FM



Follow Official Twitter Lampost.co
LAMPUNG POST | Pungutan di SMKN I Terbanggibesar Berlanjut ke Ranah Hukum
Orang tua/wali murid SMK N I Terbanggibesar mengeluh pada Kakam Poncowati Gunawan Pakpahan. (Foto:Lampost/Wahyu)

Pungutan di SMKN I Terbanggibesar Berlanjut ke Ranah Hukum

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sudah puluhan wali murid SMKN I Terbanggibesar mendatangi balai kampung Poncowati, Terbanggibesar Lamteng untuk mengadukan pungutan yang dilakukan pihak sekolah. Kepala Kampung Poncowati mengarahkan buat laporan resmi ke penegak hukum.

Salah satu wali murid, Kusmiyati (41), mengaku kecewa karena baru mengetahui bahwa pemerintah telah mengucurkan anggaran ke sekolah. "Kami baru tahu, kegiatan-kegiatan bisa dibiayai dengan BOS," ujar Kusmiyati.
Kusmiyati menambahkan, ia dan banyak wali murid yang lain datang ke Balai Kampung Poncowati, untuk mengeluh kepada Kakam Poncowati selaku pembina komite.
Senada, Risa Ariyani dan Menik Eka Mailani, siswi SMKN 1 Terbanggibesar mengaku kecewa karena tidak ada transparansi dalam pengelolaan anggaran.
"Kami selalu ditanya dewan guru di sekolah. Kapan mau bayar uangnya. Sementara uang tersebut katanya untuk kegiatan les. Namun hingga saat ini tidak ada kegiatan les. Lalu, kami tanya lagi uang tersebut, dan mereka bilang uang itu dialihkan untuk ujian try out," terang mereka.
Menurut mereka, karena penagihan terus dilakukan, akhirnya mereka memaksa orang tuanya untuk mencari uang dan membayar.
"Saya malu mau sekolah, terpaksa orang tua yang saya paksa untuk mencari uang buat bayar sekolah," keluhnya.
Sebelumnya, Kakam Poncowati Gunawan Pakpahan menduga adanya dobel anggaran dan pungutan liar di SMKN I Terbanggibesar. Hal itu karena para wali murid datang dan mdngeluh padanya. Atas keluhan tersebut, pihaknya mengkaji juklak dan juknis BOS dan permendikbud 75 tahun 2016 tentang komite.
"Ada wali murid yang mengeluh, maka saya mengkaji aturannya dan memanggil komite. Saya menduga satu kegiatan dibiayai anggaran dari dua sumber berbeda. Saya juga menduga ada pungli. Maka saya arahkan para wali murid membuat laporan resmi ke penegak hukum," kata Gunawan.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Medcom.id
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv