Magelang (Lampost.co) -- Kawasan puncak Gunung Merapi selama dua hari terakhir tertutup kabut, sehingga tidak bisa teramati secara visual. Sedangkan para petugas pengamat di sejumlah pos tetap waspada dengan mengandalkan pemantauan melalui berbagai perangkat.
   
"Tidak nampak secara visual karena tertutup kabut, sejak kemarin, 25 Mei 2018 siang sampai pagi ini (sekitar pukul 10.30 WIB)," kata petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Ngepos Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Heru Suparwoko di Magelang, Sabtu, 26 Mei 2018.
   
Berdasarkan pengamatan melalui perangkat di pos setempat yang berjarak sekitar 11 kilometer barat daya puncak Gunung Merapi, aktivitas kegempaan minim dan tidak terjadi letusan sebagaimana beberapa hari terakhir.

Status aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini "waspada" sejak dinaikkan dari "normal" oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta pada Senin, 21 Mei 2018 menjelang tengah malam. Status waspada setelah terjadi beberapa kali letusan freatik sejak Jumat, 11 Mei 2018.
   
"Rekomendasinya masih sama, 'waspada'. Kita selalu waspada suatu saat kemungkinan yang terjadi terulang lagi," terangnya.

Masyarakat sekitar Pos Ngepos Srumbung juga beraktivitas secara normal, meskipun tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

Hal senada disampaikan petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Jrakah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Yulianto. Dia mengatakan, sejak Jumat, 25 Mei 2018 puncak Gunung Merapi tertutup kabut cukup tebal sehingga tidak bisa dipantau secara visual.



Akan tetapi, ujar dia, pada Sabtu, 26 Mei 2018 sekitar pukul 05.00-08.00 WIB kawasan puncak Gunung Merapi terlihat secara visual, namun asap sulvatara tidak teramati.

Ia menyebut hasil pengamatan secara seismik sebagai "landai" Hampir setiap hari. Sejumlah warga mendatangi Pos Jrakah untuk menanyakan secara langsung kepada petugas tentang perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

"Setiap hari ada warga datang, ada juga dari komunitas atau tim relawan, tim siaga desa. Mereka menanyakan aktivitas Merapi terkini dan berkoordinasi," ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR