BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Puluhan anggota organisasi kemasyarakatan Petir mendatangi Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, meminta rebutan lahan sekitaran reklamasi Sekar Kanaka Langgeng (SKL) Teluk Lampung diputuskan secara adil oleh majelis hakim Pengadilan setempat.

Ketua Petir Lampung, Endang Asnawi, menuturkan, Posko Petir tidak jauh dari lokasi yang diperebutkan oleh kedua pihak untuk itu hukum harus betul-betul jeli melihat kasus tersebut, agar tidak terjadi lagi perebutan lahan atara kedua belah pihak. "Posko kami ada disitu, kami minta hukum betul-betul adil supaya tidak lagi ada rebut-merebut lahan disana," kata Endang usai menghadiri sidang sengketa lahan Rabu (19/7/2017).



Sementara Yeli Basuki, kuasa hukum pemilik lahan di sekitaran lokasi SKL menuturkan, dua saksi yang dihadirkan hari ini menyatakan benar jika lahan yang direbutkan tersebut sejak lama milik Bahtir. "Saksi hadir hari ini mantan lurah di lokadsi yang direbutkan, dia membenarkan kalau lahan itu adalah milik Bahtir, sementara SKL ada di sebelahnya, kenapa masih diperpanjang," ujar Yeli.

Bukan tanpa alasan pihaknya mengakui jika lahan tersebut adalah lahan mereka, kepemilikan lahan diperkuat dengan bukti surat sporadik dan bukti peminjaman tanah negara tersebut. "Ada 4 surat yang dikeluarkan dan saksi mantan lurah pun membenarkan kalau surat itu dia (lurah) tandatangani ketika itu," katanya.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR