KALIANDA (Lampost.co)--Puluhan hektare sawah di kecamatan Ketapang Kabupatan Lampung Selatan masih kekeringan walau curah di sejumlah kecamatan lain cukup tinggi. 
Pemantauan Lampost.co sejak sepekan terakhir ini, nyaris sepanjang pesisir timur jalan lintas pantai timur kecamatan Ketapang, sawah masih kekeringan. Sebagian ada yang baru selesai tanam dan sebagian lagi petani menunda penanaman, meski bibit dan lahan sudah disiapkan. 

Maryadi (52), petani di jalinpantim Desa Legundi, Ketapang, mengaku berupaya mengairi sawah dengan menggunakan alat mesin pompa saat hendak tanam padi pada Januari lalu. Ia berharap hujan turun setelah selesai tanam. Namun hingga tanaman berusia 20 hari, hujan belum turun.
“Hingga melakukan pemupukan yang pertama hujan belum juga turun. Semalam sempat hujan, tapi belum membuat sawah basah karena sebentar dan tidak deras, tanah sudah mulai pecah-pecah,” ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (6/2/2018).
Untuk mengatasi kondisi itu, ujarnya, petani  berinisiatif mengalirkan air dari sumber-sumber air yang masih bisa diperoleh dengan memompa air dengan bantuan mesin pompa dompeng. Petani masih berharap padi yang baru ditanam bisa bertahan hidup sampai mendapat pasokan air meskipun upaya itu masih belum sepenuhnya mengatasi persoalan.
“Kalau berkepanjangan, kondisi ini bisa membuat petani rugi uang dan waktu. Karena kami harus membuat persemaian bibit kembali untuk menyulami tanaman yang audah mulai menguning,” ungkapnya. 



Sejumlah petani lainnya juga membiarkan lahan sawah yang sudah digarap untuk ditanami padi. Walau kemarin turun hujan, ujar Gandung, petani Desa Bangunrejo, belum bisa ditanami karena lahan sawah masih kering. Air sungai yang melintasi sawah juga masih kering.
Gandung mengungkapkan sejak memasuki tahun 2018, wilayahnya kerap diselimuti mendung tebal seakan hujan lebat akan turun. Namun mendadak angin kencang datang menyapu mendung tebal hingga cuaca berubah panas dan tak jadi hujan. 
“Enggak jadi hujan yang ada malah panas cukup terik.  Tidak hanya tanaman padi tanaman jagung juga terancam merosot hasil panennya,” ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR