KRUI (Lampost) : Petani di Pekon Mon, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), mengeluhkan, perihal sawah mereka yang tidak bisa garap karena tidak teraliri air dari bendungan irigasi Way Mendati.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, lahan sawah miliknya diatara kawasan Sabah Tuha di pekon setempat sendiri tidak dapat digarap. Pihaknya juga menjelaskan bahwa Luas hamparan sawah yang tidak teraliri air irigasi lainnya mencapai puluhan hektare



"Kita sudah punya irigasi, yaitu bendungan irigasi way mendati, kapasitas bendungan nya pun, cukup besar, debit airnya cukup untuk mengaliri seluruh areal persawahan yang ada disini, tapi pada kenyataanya sawah kami tidak teraliri air irigasi tersebut,” Ujarnya.  

Masih kata dia, Hanya beberapa orang saja yang betul betul menikmati irigasi. "Dulu pernah kita sampaikan ke pihak dinas pertanian pesisir barat, tapi dampak nya cuman dua bulan saja sawah kami terairi , setelah itu, sawah kami tidak lagi di aliri irigasi.” Lanjutnya.  

Pihaknya bersama dengan masyarakat tani setempat sangat berharap kepada dinas pertanian kabupaten pesisir barat, dan instansi terkait lainnya, agar bisa memberikan solusi, supaya sawah kami bisa di garap kembali, harap Mereka.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Pesibar Jalaludin melalui sekretaris Dinas  Amir Hakim mengatakan pihaknya akan mengupayakan, dengan berkoordinasi terlebih dulu dengan bidang yang membawahi.

“Supaya areal sawah yang terletak di atar ( kawasan) sabah tuha pekon mon, kecamatan ngambur segera di aliri air dari bendungan way mendati, dan pemanfaatan irigasi oleh pihak tertentu saja tidak terjadi lagi.” Kata dia,  Jumat (22/6/2018).

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR