KUDUS (Lampost.co)--Sebanyak 30-an buruh Perusahaan Rokok (PR) Kembang Surya di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/1/2019), melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten (UMK) setempat.

Sutamah, seorang buruh PR Kembang Surya di Kudus, mengakui selama ini menerima upah sebesar Rp17 ribu untuk setiap membuat rokok sebanyak 1.000 batang. "Buruh menginginkan per 1.000 batangnya dinaikkan menjadi Rp22 ribu," ujar Sutamah sebagai buruh giling atau membuat rokok.



Menurutnya, upah sebesar itu dibagi dua bersama temannya yang bertugas merapikan rokok yang sudah dibuat buruh batil. Sebelumnya, kata dia, perusahaan menjanjikan akan memenuhi tuntutan buruh pada Desember 2018, tapi hingga sekarang belum juga dinaikkan.

Zumrotun, buruh lainnya menjelaskan upah sebesar Rp22 ribu per 1.000 batang merupakan upah standar yang diterapkan di pabrik rokok lainnya. "Jika dalam waktu dekat belum dinaikkan, maka buruh sepakat akan kembali mogok kerja lagi," ujarnya.

Kepala Administrasi PR Kembang Surya Widyah berjanji akan menaikkan upah buruh mulai hari ini (8/1/2019). Hanya saja, kata dia, perusahaan tidak mampu memenuhi tuntutan mereka untuk naik hingga Rp22 ribu, tetapi dinaikkan menjadi Rp19 ribu sesuai kemampuan perusahaan.

"Jika buruh keberatan, kami tidak mempermasalahkan termasuk jika ada yang ingin pindah atau keluar," ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo menjelaskan tuntutan buruh rokok tersebut memang belum dilaporkan.

Terkait upah buruh rokok borong, kata dia, memang tidak bisa disesuaikan dengan UMK Kudus 2019 sebesar Rp2.044.467,75 per bulan karena mereka bekerja berdasarkan prestasi kerja.

"Kalaupun ingin disesuaikan dengan ketentuan, maka bisa dihitung berdasarkan jam kerjanya," ujarnya.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR