KOTABUMI (Lampost.co) -- Puluhan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Lampung Utara mendatangi kantor pemerintahan setempat, Selasa (3/4/2018), guna menyampaikan keluhan terkait adanya kelanjutan rolling yang akan dilakukan Plt Bupati Lampung Utara Sri Widodo.

Sebab, rolling yang telah dilakukan sebelumnya belum mendapatkan persetujuan dari Kemendagri.



"Jadi kami kesini bukan untuk berujuk rasa apalagi sampai ditunggangi, hanya ingin bersilahturahmi sekaligus menyampaikan uneg-uneg kepada orang tua. Seperti Plt Bupati, Sekda dan assisten, untuk tidak melanjutkan rolling karena tim kementrian lintas sektoral sedang melakukan verifikasi dan evaluasi rolling dan mutasi lalu. Jadi kami pada dasarnya pada hari ini menyampaikan surat untuk dapat bersabar sampai diketahui secara pasti putusan final Kemendagri," kata perwakilan ASN, Gunaido Uthama.

Menurutnya, sebagai ASN mereka pada dasarnya menerima keputusan pimpinannya asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun demikian, hal terjadi berbeda di kabupaten tertua di Lampung itu. Setelah jelas ada larangan mutasi atau pemindahan tugas jabatan, baik itu melalui peraturan perundang-undangan ataupun lainnya tetap dijalankan.

"Sudah jelas dalam aturan UU No.1/2015 diubah menjadi UU Nomor: 10/2016, serta diperkuat dengan surat edaran kemendagri tanggal 12, 29 Februari 2018, serta 20, 21 Maret 2018. Menyatakan Plt/Pjs tidak dapat melaksanakan rolling jabatan tanpa persetujuan Kemendagri. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, ini tetap berlanjut di lapangan," terangnya.

Senada dikatakan ASN lainnya, Hendri. Menurutnya, dengan tetap keukeuhnya pendirian pemerintah daerah dalam melanjutkan kegiatan rolling dapat menbulkan perpecahan di kalangan ASN. Semestinya tidak melanjutkan keputusan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan karena Indonesia negara hukum.

"Pada intinya kami siap ditempatkan dimana dan kapanpun, asal tidak menyalahi aturan. Kalau seperti ini, bapak kencing berdiri anak kencing berlari namanya," terangnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR