BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nasib nahas dialami oleh dua guru Bahasa Indonesia SMAN 10 Bandar Lampung, yakni Khusnul Khatimah (23) dan Winarni (38).

Keduanya menjadi korban penjambretan di Jalan Pahlawan 1, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 19.30.



Atas kejadian tersebut, korban Winarni yang tinggal Way Hui, Lampung Selatan mengalami kerugian yakni uang tunai sekitar Rp6 juta dan satu smartphone Samsung J3, yang berada di dalam tas.

Kepada Lampost.co Khusnul mengatakan, kejadian bermula saat keduanya baru saja pulang mengurus siswanya yang ikut lomba debat di SMAN 9 Bandar Lampung. Khusnul yang tinggal di Jalan Urip Sumoharjo, Gunung Sulah, Way Halim hendak mengantarkan pulang Winarni ke kediamannya.

"Tiba-tiba ada dua orang naik motor, tapi enggak jelas, memepet dan merampas tas kawan saya. Kami oleng sampe nabrak tembok dan jatuh, kebetulan yang bawa saya," ujar Khusnul di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (25/4/2018).

Atas kejadian itu, keduanya melaporkan kasus penjambretan tersebut ke SPKT Polresta Bandar Lampung. "Saya juga enggak ciren, tiba-tiba cepet kejadian cepet gitu," katanya.

Saksi mata yakni Zul Hakim (52) warga sekitar menjelaskan peristiwa itu terjadi saat kedua korban melaju dari arah Tanjungkarang hendak pulang ke kediamannya di Jalan Urip Sumoharjo. Tapi di dalam perjalanan tiba-tiba pelaku menarik tas korban hingga sepeda motor korban oleng.

"Mereka (korban) cerita katanya tasnya di jambret sehingga membuat motor korban oleng dan membanting ke kanan hingga menabrak tembok rumah warga sampai jebol," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR