GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang, menggelar diskusi dan sosialisasi tentang aset bersama ratusan masyarakat bantaran rel kereta api di Desa Sinar Banten, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, Rabu (12/9/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co dari Humas PT KAI Divre Tanjungkarang, perusahaan milik negara tersebut menghadirkan pemateri Senior Manager Penjagaan dan Pengusahaan Aset, Muh. Arif Nurul Falah, Manager Humas PT KAI Tanjungkarang Sapto Hartoyo, Kepala Desa Sinar Banten, Hariyanto, serta perwakilan aparat kemanan dari TNI dan Polri wilayah setempat.



Irawati, salah satu warga yang hadir dalam sosialisasi aset PT KAI itu mengaku selama ini kurang mendapat informasi secara jelas tentang aset milik PT KAI, khususnya yang berada di bantaran rel kereta api. Dengan diadakannya sosialisasi aset dan tanya jawab antara warga yang tinggal di bantaran rel, bersama pejabat PT KAI, ia baru mengetahuinya secara jelas dan benar.

"Ya bagus sekali diadakan sosialisasi seperti ini. Sebab, selama ini cuma tau dari orang saja, dan entah benar atau tidak. Kami pun belum jelas. Nah, setelah dijelaskan tadi, sekarang saya sudah paham mana yang benar dan mana yang salah," ujar dia, 

Mujiman, peserta dalam sosialisasi Aset PT KAI saat dalam sesi tanya jawab mengatakan dirinya meminta agar lebih sering mengadakan kegiatan seperti tersebut. Dimana, hal itu berguna menciptakan komunikasi yang baik antarwarga yang tinggal di bantaran rel dan pihak PT KAI.

Kepala Desa Sinar Banten, Hariyadi mengucapkan terimakasih kepada PT KAI yang bersedia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di wilayah kerjanya. Hal tersebut karena seiring adanya beberapa oknum tak bertanggung jawab, mengambil keuntungan dari warga, dengan memberikan informasi yang salah tentang lahan atau aset milik PT KAI.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo mengatakan sosialisasi ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pihak PT KAI.

Senior Manager Penjagaan dan Pengusahaan Aset, Muh. Arif Nurul Falah dalam materinya menjelaskan, bahwa berdasarkan peraturan pemerintah tentang perkeretaapian adalah suatu sistem atau tatacara supaya kereta api bisa berjalan tertib aman, dan lancar adalah 12 meter kanan dan kiri, yang terdiri tiga bagian yaitu Ruang manfaat jalur, dari as rel 6 meter kanan dan kiri. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR