LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 June
5181
Kategori Teknologi
Penulis Hesma Eryani
LAMPUNG POST | PT ESET Indonesia Bahas soal Bahaya Ransomware
PT Prosperita–ESET Indonesia menjelaskan bahaya serangan virus ransomeware. Dok. PT Prosperita–ESET Indonesia

PT ESET Indonesia Bahas soal Bahaya Ransomware

JAKARTA — Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia,  Yudhi Kukuh, mengatakan semua ransomware, apa pun jenisnya, sangat berbahaya dan berpotensi merugikan bisnis secara keseluruhan.
“Namun, ransomware yang mampu menginvasi dalam waktu cepat, menyebar dengan luas, dan minim deteksi akan menjadi ancaman terbesar bagi praktisi keamanan di setiap perusahaan di seluruh dunia,” kata Yudhi kepada pers di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Yudhi, yang terpenting setiap perusahaan ataupun personal telah mempersiapkan perlindungan secara berlapis seperti penggunaan antivirus dengan Anti-Ransomware maupun software enkripsi untuk mengamankan data agar tidak dapat diakses peretas. Yang tidak kalah penting adalah edukasi rutin dari Tim IT perusahaan terutama  bagi karyawan agar selalu update dengan keamanan siber terkini, karena mayoritas serangan ransomware berhasil masuk ke perusahaan berasal dari spam e-mail pengguna.
Ransomware, kata Yudhi,  identik dengan tindak kejahatan ekonomi dunia maya. Penjahat siber memperoleh jarahan hingga mencapai 1 miliar dolar berdasar pada uang yang masuk ke dompet Bitcoin yang berhubungan dengan ransomware, terdiri dari $50 juta dari tiga dompet yang terkait dengan Ransomware Locky, sementara dompet keempat mencapai $70 juta.
Lalu ada Cryptowall menangguk keuntungan hingga $100 juta sebelum akhirnya menghentikan operasinya tahun ini. CryptXXX mengumpulkan $73 juta selama paruh kedua tahun 2016 dan Cerber memperoleh $54 juta.
Keluarga ransomware yang lebih kecil membawa sekitar 150 juta dolar, dan menurut laporan FBI, $209 juta uang  tebusan dihabiskan selama tiga bulan pertama tahun 2016. Selain uang senilai 800 juta dolar atau lebih dari dompet Bitcoin lain, sehingga diestimasikan mencapai total 1 miliar dolar selama tahun 2016.
Dalam perjalanannya, selain teknologi enkripsi yang notabene merupakan kuncian bagi ransomware, metode  serangan ikut menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah ransomware. Semakin variatif dan masif kemampuan menyerang yang dilakukan, makin besar kemungkinan memperoleh korban sebanyak-banyaknya.
Lantas, ransomware macam apakah yang akan menjadi ancaman bagi dunia digital di masa depan?
ESET Indonesia melihat ada dua model ransomware yang kemungkinan akan menjadi tren di kalangan penjahat siber dalam mendistribusikan serangan di masa depan, yaitu  Locker Ransomware (enkripsi sistem)  dan  Crypto Ransomware (enkripsi data).
Locker Ransomware (enkripsi sistem)   akan mengenkrip pada level sistem operasi yang ada sehingga pengguna tidak dapat menggunakan komputer. Model ini tidak terlalu marak beredar, meski sempat booming pada tahun 2015.
Untuk Crypto Ransomware (enkripsi data) , tipe ini hanya akan mengenkripsi tipe file tertentu. Dalam perkembangannya, makin banyak tipe file yang  menjadi target. “ Selain itu jenis ransomware ini juga mengalami perkembangan, dapat dilihat dari extension file yang dihasilkan,” katanya.
Dalam penyebarannya, ransomware menggunakan pendekatan sendiri yakni Botnet Ransomware dan Ransomware as a Service (RaaS).
Botnet Ransomware terdiri atas  perangkat yang terkoneksi dengan internet seperti komputer, laptop, ponsel, perangkat IoT yang diambil alih kendalinya oleh peretas digunakan untuk melakukan serangan DDoS. Selain itu, Botnet juga dapat mengirimkan spam, menyebarkan berbagai scam dan yang terbaru adalah ransomware.
Berdasar pada hasil  riset Google, dari semua lalu lintas e-mail di tahun 2017, 50%-70% spam berasal dari botnet dan sebagian digunakan untuk ransomwareBotnet digunakan karena dapat menutupi jejak dalam penyebaran, dan menjadi masif karena menggunakan  ribuan bahkan jutaan komputer yang sudah menjadi robot.
 Setelah sebuah komputer terinfeksi maka secara otomatis akan mencari file yang menjadi target pada komputer tersebut atau pada file sharing. Pada beberapa  jenis ransomware, mampu menggandakan diri ke komputer lain dengan cara menginfeksi.
“RaaS atau Ransomware as a Service, adalah metode penyerangan ransomware paling modern di antara yang lainnya,” katanya.
Pengembang malware menjadikan ransomware sebagai waralaba yang bisa digunakan oleh siapa saja,  dirancang untuk mudah digunakan bahkan oleh newbie sekalipun, dengan sistem bagi hasil sangat menguntungkan bagi mereka yang mau mengoperasikan.
Ada tiga kepentingan yang saling terkait dalam metode  ini: pengembang, pemodal, dan operator/pendistribusi. Sejak tahun 2016 sampai sekarang, makin banyak ransomware yang dijajakan sebagai RaaS, seperti varian  baru Cerber, Satan, Unlock26, PetrWrap, Karmen, Frozrlock, Fatboy, dan masih banyak lagi.
Dengan persentase pembagian keuntungan untuk operator/mitra jauh lebih besar dari sebelumnya akan mengundang makin banyak penjahat siber dari kelas teri sampai kelas kakap datang mengambil kesempatan. Di sisi lain, yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana operator diberi kebebasan dalam mendistribusikan ransomware-nya. Dengan kata lain, penyebaran ransomware dapat dilakukan dengan semakin bervariasi tergantung kemampuan operatornya.
Sejak tahun 1987, ESET® telah mengembangkan perangkat lunak keamanan pemenang penghargaan yang sekarang membantu lebih dari  100 juta pengguna untuk menikmati teknologi yang lebih aman. Portofolio produk keamanan yang luas mencakup semua platform  populer dan memberikan keseimbangan sempurna antara kinerja dan perlindungan proaktif baik untuk kebutuhan bisnis maupun personal di seluruh dunia.
Perusahaan ESET memiliki jaringan penjualan global yang mencakup 180 negara, dan kantor regional di Bratislava, San Diego, Singapura, dan Buenos Aires. 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv