BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--PT Dewanto Cipta Pratama selaku pengembang flyover Pramuka akan dievaluasi dan diawasi secara ketat dalam melaksanakan pembangunan di Bandar Lampung. Hal itu konsekuensi  dari pengerjaan jalan layang Pramuka yang dinilai asal-asalan.

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Wahyu Lesmono, Selasa (20/3/2018), mengatakan berdasarkan hasil hearing pengembang mengakui peristiwa di flyover Pramuka merupakan suatu keteledoran.



Untuk itu pihaknya akan meminta kepada Dinas PU daftar proyek yang dikerjakan oleh pengembang tersebut untuk dilakukan evaluasi dan pengawasan.

"Pimpinan dewan meminta kita Komisi III untuk meminta data ke Dinas PU, proyek mana saja yang dikerjakan rekanan ini akan kita kawal ketat. Kedepan kalau dia dapat proyek lagi, kita juga akan kawal ketat," kata Wahyu.

Berdasarkan hasil hearing yang digelar Komisi III DPRD Bandar Lampung, PT Dewanto Cipta Pratama dinilai asal-asalan dalam mengerjakan proyek tersebut.

Meski demikian, perwakilan pengembang yakni Rosidin tetap bersikeras bahwa keretakan yang terjadi pada bantalan beton flyover tidak berpangaruh pada kekuatan konstruksi bangunan. 

"RC Plate itu kan hanya untuk estetika saja, jadi keretakan yang ada tersebut tidak akan berpengaruh pada kekuatan bangunan," kata Rosidin dalam hearing, Selasa (20/3/2018).

Sementara itu perwakilan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Lampung, Sugito menilai pengembang lalai. Bahkan sudah melakukan kesalahan tetap tidak mau mengakuinya. Meski nantinya tidak fatal, hal itu patut jadi evaluasi.

 

"Kami dari LPJK berpendapat alangkah lebih baiknya Pemkot menghadirkan orang yang memang ahli dalam bidang itu, agar penilaian tentang keadaan flyover tersebut bisa kita dapatkan dengan se-objektif mungkin," kata dia.

Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Wahyu Lesmono, mengatakan akan menggelar hearing lanjutan. Kali ini pihaknya akan mendatangkan ahli konstruksi dari Universitas Lampung bahkan dair Universitas Indonesia. 
"Perintah ketua Dewan, komisi III harus mengawal benar-benar pembangunan ini, menuntaskan persoalan ini, karena ini menyangkut masalah keselamatan dan kenyamanan orang banyak," kata dia.

Menurut dia, bagaimanapun pengembang harus bertanggungjawab. "Tentu kita akan minta perbaikan. Kita akan tanya ke ahlinya sejauh mana berbahayanya konstruksi itu," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR