BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wali Kota Bandar Lampung Herman HN melakukan peletakan batu pertama pada proyek strategis nasional kerjasama dengan badan usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), bertempat di Jalan Abdul Kadir Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung, pada Senin (25/6/2018).

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau, AZP Gusti Migo memaparkan, proyek nasional SPAM KBPU Bandar Lampung ini untuk memenuhi 100 persen akses aman air minum.



Peletakan batu pertama ini, kata dia, merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerjasama pada 14 Februari 2018 lalu, antara PDAM Way Rilau dan PT Adhya Tirta Lampung (ATL) sebagai badan usaha pemenang lelang. Dan tahapan berikutnya akan dimulainya pelaksanaan kontruksi.

"Ditargetkan pembangunan akan selesai pada tahun 2020 mendatang," kata dia seusai acara peletakan batu pertama.

Proyek ini adalah kolaborasi sinergis dari berbagai pihak yakni Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian melalui KPPIP, Kementrian PU/PR, Kementrian Keuangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, PDAM Way Rilau dan PT PII. "diperkirakan dalam proyek SPAM ini dapat melayani 300 ribu jiwa yang ada di 8 Kecamatan di Bandar Lampung dengan jumlah sambungan rumah 60 ribu sambungan," ujarnya.

Gusti menjelaskan total biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun SPAM Kota Bandar Lampung ini sebesar Rp 1,1 triliun. "Dengan ruang lingkup proyek yang dibangun meliputi pembiayaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan SPAM," katanya.

Proyek ini juga, lanjut dia, dipersiapkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan perolehan pembiayaan dari Kementrian PU/PR, Dirjen penyediaan air minum dan Dirjen Cipta Karya.

Sementara itu Walikota Bandar Lampung, Herman HN  berharap agar proyek SPAM ini bisa cepat selesai dan dinikmati oleh masyarakat kota tapis berseri. "Kalau bisa masyarakat se Bandar Lampung ini bisa semuanya menikmati air bersih," ujar dia.

Sedangkan untuk masyarakat yang ada di pesisir pantai, tahun lalu sudah mendapatkan sambungan air bersih. "Kalau nggak salah ada 10 ribu sambungan air bersih untuk warga pesisir," katanya.

Dengan adanya proyek SPAM ini, diharapkan membawa dampak besar yang tentunya bukan hanya terhadap kesejahteraan masyarakat tapi  juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. "Kalau kontrak terhadap swasta, kontrak yang kita lakukan selama 25 tahun. Tapi saya jamin, harganya nggak akan mahal, pasti terjangkau oleh masyarakat," kata dia.

Herman HN juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak memotong pipa dan mengambil air sebelum meteran. "Kalau ngambil airnya sebelum meteran itukan merugikan, bukan hanya merugikan pemerintah dan perusahaan. Tapi juga merugikan masyarakat lainnya juga," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR