KALIANDA (Lampost.co) -- Proyek irigasi saluran air di Desa Pujirahayu, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, di keluhkan warga. Pasalnya, proyek tanpa dilengkapi plang  tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, proyek yang menelan anggaran miliaran itu tidak transparan dan asal dikerjakan. Jauh dan terpelosoknya letak proyek mengakibatkan lemahnya pengawasan dan terbukti tidak terdapat plang proyek.



Salah satu pekerjaan asal jadi yakni pemasangan pondasi tidak digali terlebih dahulu, langsung dipasang di tanah. Buruknya pekerjaan tersebut akan berdampak dengan rendahnya kualitas berakibat irigasi cepat rusak.

"Sangat disayangkan pekerjaan nya asal jadi saja mas," kata Rasmono (42) warga sekitar, Minggu (8/7/2018).

Pembangunan proyek irigasi itu, kata dia, untuk masyarakat sekitar khususnya petani, jika cepat rusak maka mereka yang merugi, karena tidak akan dibangun kembali dalam waktu dekat.

"Tujuan pemerintah sangat baik, karena banyak manfaat, tapi Kalau asal jadi mubazir," ujarnya.

Salah seorang pekerja proyek irigasi tersebut, mengaku tidak mengetahui rekanan tempatnya bekerja. Pekerjaan dilakukan sesuai dengan perintah mandor. "Saya bekerja atas perintah pak mandor saja," ujar Wahab (43).

Sementara itu, Kepala Desa Pujirahayu, Suwartini mengaku tidak mengetahui ada proyek irigasi di desanya, karena tidak ada yang lapor. "Setahu saya proyek itu di Desa Mekarsari, Kecamatan Way Sulan," kata dia singkat.

Hal senada diungkap, Kepala Desa Mekarsari Abdul Faridz  jika pihaknya tidak mengetahui ada pekerjaan disebabkan tidak ada yang laporan dari pelaksana proyek.
"Itu di wilayah perbatasan Desa Mekarsari-Pujirahayu," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR