MESUJI (Lampost.co) -- Pekerjaaan fisik di Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji menggunakan APBD 2018 macet.

Hal itu menyebabkan pembangunan infrastruktur seperti ruang kelas gedung sekolah dan rehab dihentikan. Padahal sebagaian besar bangunan sudah 90 persen selesai. 



Menurut rekanan yang mengerjakan hal itu terjadi karena kontrak kerja justru belum dibuat oleh Dinas Pendidikan setempat. 

Salah satu pelaksana pekerjaan di Dinas PDK, Haryo, mengatakan sampai saat ini kontrak kerja belum dibuat oleh dinas. "Padahal kita sudah 90 persen rampung. Eh, waktu ditanya buku kontraknya malah belum ada," ujarnya, Selasa (22/5/2018).

Ia sangat menyesalkan tidak profesionalnya Dinas PDK dalam bekerja. "Padahal waktu kita tandatangan kontrak, langsung disuruh kerja. Ini buku kontrak tinggal jilid dan penggandaan, tapi sudah berbulan seperti ini, belum ada," ujarnya kesal.

Sementara itu, staf Dinas Pendidikan, Nobel, menyebutkan memang kontrak belum ada yang dibuat. "Ya, memang belum dibuat. Karena ada perubahan teknis, tapi yang sudah diperintah bekerja silahkan bekerja," ujarnya. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR