KOTABUMI (Lampost.co)--Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Utara melaporkan pemilik akun atas nama Hardian Fitra karena unggahan video di YouTube yang beredar di dunia maya mengundang perpecahan antarumat beragama dan suku, Jumat (4/1/2019). 

Dengan menunjuk langsung advokat Unit Pelayanan dan Bantuan Hukum (UPBH) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHM) Kotabumi Lampung. Video yang berdurasi 27 menit itu telah tersebar dalam media sosial Facebook, belum lagi membawa nama organisasi yang dipelopori Ahmad Dahlan dkk hingga dapat merusak citra di masyarakat.



“Ya benar, kami mewakili PDM Lampura telah melaporkan akun tersebut kepada Polres Lampura. Dia (Hadian Fitra) telah membawa nama Muhammadiyah sebagai kader dan menyebarkan video kontroversi yang mengadu domba Masyarakat organisasi maupun suku. Yang tertuang dalam laporan No. LP/ 06/ B-1/ I/ 2019/ POLDA LAMPUNG/ SPKT RES LU," kata Irhamuddin selaku advokat atau kuasa hukumnya, Jumat (4/1).

Padahal, menurut Irham, bersangkutan tidak pernah ikut atau sekadar kumpul dengan sesama kader. Yang dibuktikan dengan tidak adanya data dalam kepengurusan maupun kader di PDM Lampura. Sehingga hal itu sangat mengada-ada, apalagi yang dilakukannya telah merusak citra dari organisasi tersebut.

"Ini namanya pencemaran nama baik dan kami tidak terima ada yang seperti ini. Seab itu, kami melaporkannya kepada pihak keamanan untuk dapat segera ditindak sesuai peraturan berlaku. Sebab, akibat ulahnya telah timbul kontroversi yang disebabkan informasi masyarakat yang berkembang disebabkan ulah PDM," terangnya.

Senada dikatakan oleh Ketum PC IMM Lampura Jefri Ramdhani. Pihaknya tidak mempersoalkan agama yang dianut oleh pelaku penyebar fitnah dan adu domba itu. Namun, perilakunya yang dapat menyebabkan perpecahan dan mosi tidak percaya pada salah satu organisasi kemasyarakatan itu. Karena itu sudah masuk pembohongan publik dan mencederai keutuhan bangsa.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR