KALIANDA (Lampost.co)-- Ratusan umat Katolik Stasi Gereja Santa Maria di jalinpantim desa Tridarmayoga kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menggelar ibadat Jumat Agung, Jumat (30/3) sore. 
 
Ibadat yang dipimpin Romo tamu dari Semarang Jawa Tengah Windar Susanto itu ditandai dengan cium salib sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan Yesus menebus dosa manusia. 
 
Sebelum wafat disalib, Yesus menderita, disiksa, dipukul, dicaci-maki, disuruh memikul salib berat, dan siksaan lainnya. Oleh karena itu, Jumat Agung menjadi hari untuk memperingati Sengsara dan Wafat Yesus Kristus. 

“Perayaan Jumat Agung adalah puncak atas kerelaan dan pengorbanan Yesus menebus dosa manusia, dengan cara memanggul salibnya sendiri, serta wafat dikayu salib di bukit Golgota,” kata Romo Santo. 
 
“Semangat untuk terus menjadi pelayan bagi sesama manusia adalah bagian penting perayaan Paskah. Penebusan yang dilakukan Yesus adalah contoh bagi manusia,” terang Romo Santo lagi. 



Perayaan Jumat Agung diawali dengan melaksanakan Jalan Salib pada pukul 12.00 WIB. Jalan salib merupakan ibadat untuk mengenang dan merenungkan kisah perjalanan Yesus. Umat diajak menyadari betapa besar kasih Allah dan berharap dapat semakin sadar akan segala dosa yang sering dilakukan. 
 
Setelah Jumat Agung yang ditandai dengan penghormatan cium salib,  umat Katolik akan melaksanakan misa Malam Paskah pada Sabtu (19/4/2019) dan dilanjutkan pada Minggu (20/4/209) dengan perayaan Paskah.
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR