Lampost.co -- John Chen menyebut proses transformasi yang dilakukan oleh BlackBerry telah selesai. Hal tersebut membantu BlackBerry keluar dari kondisi berbahaya yang dialami saat Chen menggantikan Heins sebagai CEO pada tahun 2013 lalu.

Kala Chen mengambil alih, BlackBerry tengah terfokus pada BlackBerry 10, sistem operasi berbasis gestur yang dikembangkan oleh divisi QNX. Sistem operasi karya salah satu divisi di BlackBerry tersebut digunakan oleh tiga perangkat baru, namun gagal di ranah pemasaran serta gagal meningkatkan pangsa pasar perusahaan.



Phone Arena melaporkan, saat ini pemegang saham terbesar BlackBerry mengajukan kesepakatan untuk membeli perusahaan manufaktur tersebut dengan harga USD9 (Rp121 ribu) per lembar saham. Dan Chen memiliki visi baru untuk perusahaan, salah satunya terfokus pada software dan IoT.

Fokus baru yang diusung BlackBerry di bawah kepemimpinan Che tersebut menyisakan ruang untuk peranggkat bermerek Berry baru. Satu-satunya perbedaan yaitu BlackBerry memberikan lisensi software dan namanya, dan kini memungkinkan produsen lain seperti TCL untuk menangani soal desain, produksi dan promosi perangkat baru.

Untuk kuartal kedua, BlackBerry memperoleh biaya lisensi sebesar USD56 juta (Rp755 miliar), meningkat empat kali lipat dari USD15 juta (Rp202 miliar) yang diperoleh BlackBerry dari biaya serupa pada tahun sebelumnya. BlackBerry memanfaatkan kekuatannya di di ranah keamanan untuk menyediakan software keamanan bagi bank dan perusahaan lain yang membutuhkan perlindungan dari serangan siber.

BlackBerry juga memasok industri otomotis dengan software untuk sistem hiburan dan untuk kendaraan nirsopir. Selain itu, BlackBerry juga menawarkan aplikasi untuk ponsel bersistem operasi Android di toko aplikasi Google Play Store.

Saat John Chen menerima jabatan sebagai CEO BlackBerry pada tahun 2013 lalu, Chen telah memiliki reputasi sebagai seniman pembalik keadaan. Chen berjasa membantu SAP membeli Sybase seharga USD5,8 juta (Rp78,2 miliar) pada tahun 2010. Pada titik tersebut, dengan harga saham meningkat sebesar 66 persen tahun dan pendapatan yang diperolehnya, keahlian Chen kembali dibuktikan.

BlackBerry memindahkan sahamnya dari NASDAQ ke New York Stock Exchange (NYSE) dengan simbol BB baru yang lebih tebal. Chen menjelaskan bahwa pemindahan saham tersebut diambil BlackBerry, sebab sebagian besar konsumennya merupakan perusahaan yang terdaftar di NYSE.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR