BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bidang Propam Polda Lampung terus melanjutkan perkara dua oknum polisi yang melanggar tindakan indsipliner,maupun dugaan pelanggaran kode etik.

Untuk perkara pengaiayaan tukang cukur bernama Sofyan di Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Pringsewu, pada Sabtu (25/11)  oleh oknum Edwin Rais, seorang personel Satresnarkoba Polres Tulangbawang, pelaku hanya dikenakan sanksi indisipliner.



"Perkara itu juga sudah kita tangani, bukan pelanggaran kode etik, tapi hanya indispliner," ujar Kabid Propam Polda Lampung Komisaris Besar Hendra Supriatna, Jumat (22/12).
Tidak dikenakannya pelanggaran kode etik karena tidak ada pelaporan perkara pidana oleh korban.

"Kedua pihak sudah dimediasi, dan berdamai, kemungkingan dikenakan patsus nanti sanksi indispliner, cuma kita gelar sidang nanti putusannya apa," kata Mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Propam Mabes Polri itu.
Sementara terkait dugaan penembakan oleh oknum polisi bernama Tri Abdi Setia yang kini berdinas di Polres Pesawaran dengan korban Rizkia Mustika (27)  juga masih terus bergulir.

Untuk dugaan pelanggaran kode etik, pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, untuk mengetahui sejauh mana proses perkara tersebut berjalan. Reka ulang adegan juga sudah dilalukan sebanyak dua kali.
"Untuk pidananya itu ada di Reskrim kita Koordinasi, cuma kita juga mau konfrontir antara korban dengan pelaku, yang kemarin memang sempat sakit, sekarang dia sudah kita amankan, dan menjalani pembinaan di Mapolda," ujar Hendra.
Terkait dugaan penggunaan senpi hingga jari manis kakinya mengalami luka, masih dilakukan pendalaman, usai dilakukan reka adegan.

"Makanya kita mau pertemukan keduanya, penembakan itu belum bisa kita benarkan, karena emang enggak ada saksi yang melihat, infonya juga pistolnya dari korek api," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR