BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bidang Propam Polda Lampung akan memperletat pengaturan pemakaian senjata api, dan juga pengawasannya, hal ini dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan senjata api, seperti untuk mengancam warga sipil yang digunakan oleh anggota Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung berinisal A.
"Sudah ada, dan akan ditingkatkan pemeriksaan senpi yang sifatnya isidentil, soal anggota ya namanya manusia, kalau salah kita tindak tegas, kalau yang pantas kita berikan pemakaian senpi," ujar Kabid Propam Polda Lampung Kombespol Hendra Supriatna, kepada Lampost.co, Rabu (1/8/2018).
Selain pemeriksaan senpi yang sudah dilakukan secara rutin, pihaknya lebih memperketat syarat kepemilikan senjata, dengan harus benar-benar mengikuti prosedur yang ada. "Kan memang ada uji berkalanya, ada tes psikologi, tes kesehatan, dan sebagainya," katanya.
Disinggung soal penanganan perkara A, kemungkinan besar kedepannya usai menjalankan Sanski,tidak diberikan senjata api dalam kurun waktu tertentu.
"Ya karena pemeriksaan kita dia konsumsi miras, kita enggak kasih lagi senpi ke dia nanti pas dinas, senpi sudah kita tarik, dan urine juga kita sudah tes, hasilnya negatif," katanya.
Sementara A terancam sanksi Indispliner, namun apakah akan juga dikenakan kode etik, belum bisa dipastikan.
"Kita sudah serahkan juga ke Propam Polresta, sudah dibinsus, soal Penindakan sudah, nah kalau warga yang merasa diancam akan lapor pidana, kemungkinan Pemeriksaan kode etik ada, tapi tugas saya cuma megamankan anggota," katanya.

Sebelumnya, beredar kabar anggota Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung berinisal A, mabuk dan sempat mengacungkan senjata api di salah satu room karaoke, yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Panjang pada Senin dihari (30/7/2018).
Informasi selanjutnya diduga ia mengacungkan senjata api, ke Security tempat hiburan tersebut, karena merasa tidak senang terkait pelayanan, dan batas jam operasional. Kemudian staff hiburan malam tersebut melapor ke Bidpropam Polda Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR