MENGGALA (Lampost.co)-- Bupati Tulangbawang Winarti resmi meluncurkan kartu Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Balai Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Selasa (30/7/2019). 
 
Program ini merupakan peralihan dari Bansos Rastra melalui kartu E-Warong untuk warga yang kurang mampu dan terdaftar dalam Basis Data Terpatu (BDT) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Menurut Winarti, tujuan program BPNT yakni mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Mamfaat (KPM), memberikan gizi yang lebih seimbang, serta meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan.



"Saya mengapresiasi kinerja Dinas Sosial. Karena ini seirama dengan 25 program pemerintah Kabupaten Tulangbawang yang pro rakyat," kata Winarti. 
 
Winarti berpesan agar bahan pokok seperti beras yang disiapkan untuk warga dapat berkualitas sesuai standar yang dikonsumsi pada umumnya. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulangbawang Ahmad Syukur dalam laporannya menjelaskan, jumlah KPM BNPT Kabupaten Tulangbawang 22626 keluarga yang memenuhi kriteria serta telah ditetapkan dan terdaftar di dalam BDT. Terdiri dari 12428 KPM PKH dan 10198 KPM Non PKH.
 
Setiap bulannya, terang Syukur, melalui mekanisme uang elektronik dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan nominal Rp110 ribu per kartu. 
 
Nantinya, lanjut dia, KPM dapat menukarkan saldonya di E-Warong yang bekerja sama dengan himbara atau bank penyalur yakni Bank Mandiri, dengan cara menggesek KKS di mesin Elektrik Data Capture (EDC) menjadi beras dan telur.
 
"Ada 49 E-Warong yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Tulangbawang. Namun, E-Warong belum bisa menjangkau disemua kampung, karena kampungnya terkendala tidak ada sinyal. Makanya digabung dengan kampung yang ada sinyalnya," ujar Sukur didampingi Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Edi Supriadi. 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR