KOTABUMI  (Lampost.co)--Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, melalui program asuhan mandiri, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mendorong pengembangan pengobatan tradisional di pusat layanan kesehatan yang ada di puskesmas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lampung Utara, Edy Kusnadi di ruang kerjanya, Selasa (19/12/2017), mengatakan program asuhan mandiri ini, Dinkes melalui puskesmas mengajarkan pada masyarakat mengenai cara pengobatan melalui terapi pemijatan (akupresure) dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) yang dapat dilakukan setiap anggota keluarga bila ada yang sakit. Sehingga,  mereka tidak mesti mendatangi pusat layanan kesehatan yang ada di wilayah setempat setiap saat.
"Dalam program asuhan mandiri yang dikembangkan dan disosialisasikan melalui Puskesmas ke masyarakat lebih tekankan pada pengobatan terapi secara mandiri dan pemanfaatan obat tradisional" ujarnya.



Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman, Dinkes Lampung Utara, Ibnu Chattab menuturkan dalam program asuhan mandiri itu, petugas kesehatan dari Dinkes mengajarkan petugas puskesmas yang dilanjutkan ke kader kesehatan di perdesaan mengenai cara pemijatan dan jenis-jenis tanaman herbal yang biasa ditanam di pekarangan rumah serta bagaimana meramunya untuk mengobati keluhan gangguan kesehatan ringan yang di derita, seperti sakit kepala, stres, asma, batuk maupun sakit pinggang.

"Tujuan program asuhan mandiri agar masyarakat dapat mengobati keluhan penyakit-penyakit ringan yang di derita melalui pemijatan dan pemanfaatan ramuan tradisional yang biasa ditanam warga di pekarangan rumah" kata Ibnu.

Dari 26 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan, saat ini baru 5 puskesmas; Puskesmas Bukitkemuning, Kotabumi I, Kotabumi II, Tanjungraja dan Semuliraya, yang mendapatkan program ini.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR