Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat produktivitas tenaga kerja Indonesia di sektor industri mengalami kenaikan substansial hingga empat persen pada 2017. Sementara produktivitas  murni Indonesia juga meningkat sampai 2,7 persen.

"Secara umum kenaikan produktivitas terjadi empat sekian persen," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI,  Jakarta,  Jumat, 8 Desember 2017.

Meski mengalami kenaikan, produktivitas pekerja Indonesia masih perlu digenjot lantaran Indonesia masih berada di bawah peringkat negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Bahkan, tingkat produktivitas pekerja dalam negeri empat kali lipat lebih rendah dibandingkan pekerja Jepang. "Cuma walau naik kita harus genjot lebih keras karena kita dibawah Malaysia Thailand, dan Singapura," imbuh dia.

Hanif pun mendorong dunia usaha khususnya di sektor industri untuk meningkatkan produktivitasnya lewat peningkatan sumber daya manusia, inovasi produk hingga etos kerja perusahaan.

"Kuncinya dikemampuan SDM dan inovasi, soft skill, etos kerja, dan hard skill-nya," imbuh dia.

Ditempat yang sama Wakil Presiden Jusuf Kalla menambahkan produktivitas menjadi ukuran keberhasilan sebuah usaha. Jika produktivitas tinggi maka berimbas pada peningkatan omset.

"Apabila ada nilai tambah maka penjualan dengan produktivitas baik," kata JK.

JK menuturkan produktivitas tak terlepas dari gabungan teknologi dan skill pekerja. Keduanya akan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang besar. Wapres berharap produktivitas pekerja tahun depan dapat meningkat ke level yang lebih tinggi dari negara tetangga.

"Itu gabungan dari teknologi yang dipakai dan kemampuan skill yang baik dapat tercapai, agar kita bisa bersaing dengan Tiongkok, Malaysia, Thailand, dan Singapura," tutup dia.

Berdasarkan laporan terbaru Economic Insight: South East Asia oleh ICAEW, produktivitas pekerja Indonesia berkembang pesat hingga menempati posisi kedua terbesar di ASEAN setelah Vietnam. Pergeseran sektoral menyumbang peningkatan 1,1 persen sejalan dengan Filipina. Tidak cuma itu, tingkat produktivitas murni Indonesia juga meningkat sampai 2,7 persen.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR