KALIANDA (Lampost.co) --  Hasil produksi padi selama panen musim rendeng 2018 di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, merosot. Jika dibanding dengan musim panen sebelumnya hasil produksi pertanian di wilayah tersebut turun 2 ton per hektare (ha).

Jono (35) salah satu petani di Desa Bumirestu mengatakan pada panen musim rendeng tahun ini produksi padinya merosot hingga 2 ton per ha. Dimana, tahun ini rata-rata produksi padi hanya mencapai 6 ton per ha. Padahal tahun sebelumnya produksi mencapai 8 ton per ha.



"Tahun ini produksi petani merosot dibandingkan tahun musim sebelumnya. Hal ini dikarenakan hasil produksi tanaman padi milik petani anjlok berbagai faktor, terutama cuaca. Tahun ini rata-rata hasil panen hanya berkisar 6 hingga 7 ton," kata dia, Senin (2/7/2018).

Hal senada diungkapkan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan pada musim rendeng 2018 hasil produksi padi alami penurunan berkisar 2 ton per ha. Dimana, rata-rata produksi padi di Palas berkisar 6-7 ton per ha.

"Beda dengan tahun sebelumnya bisa mencapai 7-8 ton per ha. Bahkan, ada yang mencapai 9 ton. Sekarang ini untuk mencapai 8 ton per ha engga ada," kata dia.

Menurutnya, penurunan produksi padi tahun ini dikarenakan faktor cuaca dan serangan hama. Namun, faktor yang membuat petani menjerit adalah karena banjir dan hujang disertai angin kencang.

"Kalau banjir terjadi pada awal tahun kemarin yang mengakibatkan ratusan hektare tanaman padi terendam hingga puso. Kemudian, setelah mendekati masa panen banyak tanaman padi diterpa angin kencang hingga batang padi rubuh semua," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR