BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lampung memiliki produk Usaha Kecil Menenga (UKM) yang beragam. Terutama dari sektor peternakan yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan. Bervariasinya ciptaan pelaku usaha itu dinilai berpotensi untuk menguasai pasar dengan syarat memiliki daya tarik ke masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung, Lili Mawardi menjelaskan pihaknya mendorong agar pelaku usaha di bidang peternakan dapat berkembang dengan kekhasan produknya. Untuk membekalinya, puluhan pengusaha itu diedukasi dalam mengemas merek dan produk menjadi menarik dan melekat di hati konsumen. 



"Kami memfasilitasi pemasaran peternakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengusaha agar mengembangkan pemasarannya," kata Lili dalam Temu Pemasaran Pelaku Usaha Peternakan di Hotel Emersia, Kamis (15/8/2019).

Untuk itu, pertemuan yang dikemas dalam pelatihan itu menghadirkan pemateri berpengalaman yang dapat memberikan wawasan terkai cara cerdas mengemas produk sesuai kekhasan daerah. "Prodik di Lampung ini ada telur herbal, ayam probiotik, susu murni, abon sapi, kerupuk kulit, dan lainnya. Dengan produk itu tinggal dipromosikan saja agar tidak kalah dengan daerah lain," ujarnya.

Sementara itu, Praktisi Pemasaran dan Pangan Kuliner, Qomariyyun Najmil Ittihadah mengatakan dalam menciptakan produk tidak akan ada yang bisa memenuhi semua kebutuhan konsumen. Namun, bisa melekatkan produk ke hati konsumen dengan kemasan yang menarik dan berbeda dibanding pesaingnya. 

"Untuk memenangi pasar, produk yang ditawarkan harus memiliki nilai lebih agar tidak disamai pesaing. Buat merek hingga barang yang menampilkan perbedaan, sehingga punya nilai tambah. Kemudian cek jumlah dan kekuatan pesaing," kata Qomariyyun.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kekhasan. Karakter tersebut dapat ditonjolkan untuk memikat hati konsumen agar selalu terpikir terhadap produk yang ditawarkan. "Contohnya abon sapi rasa gulai taboh khas Lampung atau abon sapi sambal seruit khas Lampung pedas berlevel," ujarnya.

Dari branding itu, kekhasan dalam seruit patut ditonjolkan untuk membuat slogan lewat sifat kuliner tersebut yang memiliki sifat emosional kebersamaan. "Dengan begitu produk akan cepat terkenal dan membuat posisi tersendiri bagi produk. Sebab, sudah menempel di benak konsumen, sehingga jika ada pesaing pun tidak akan terpengaruh," katanya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR