PRINGSRWU (Lampost.co) --  Pemerintah Kabupaten Pringsewu memiliki tugas berat untuk mempertahankan status open defecation free (ODF) pasca dideklarasikan pada Desember 2017.  

Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Pringsewu Alwi Siregar mewakili bupati Pringsewu menyampaikan hal itu, saat menyambut dan mendampingi kunjungan rombongan tamu dari perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan team Voice for Change Partnership di Pagelaran, Pringsewu, Kamis (29/3/2018).



"Pasca ODF yang harus terus dipertahankan, agar masyarakat tidak kembali pada prilaku BAB sembarangan, memang masih secara akses, dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen untuk mewujudkan universal akses di 2019, sinergi antar para pihak terus dilakukan," ungkap Alwi.

Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terus akan digerakkan agar masyarakat Kabupaten Pringsewu terus berprilaku hidup bersih dan sehat. "Lingkungan sehat, masyarakat produktif, dan tentu prilaku hidup sehat akan mempertahankan status ODF," ungkap Alwi mengakhiri sambutanya.

Carel de Groot, Frist Secretariat Water Management, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyampaikan apresiasi atas pencapaian ODF di Kabupaten Pringsewu dengan waktu yang yang cukup singkat. "Kabupaten Pringsewu sangat luar biasa, dengan waktu yang cukup singkat hanya beberapa bulan saja telah bisa mencapai target ODF, dan tentunya ini bisa diambil banyak pembelajaran," ungkapnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR