PRINGSEWU (Lampost.co) -- Pemkab Pringsewu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Festival Kuda Lumping lll di Pekon Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo. Festival yang dibuka oleh Bupati Pringsewu Sujadi, berlangsung dua hari, 29-30 Agustus 2018, dan ‎diikuti sebanyak 25 grup.

Even tahunan dalam rangka pelestarian budaya ini, sekaligus untuk memperingati HUT RI ke-73, dan HUT ke-100 Pekon Tulungagung.



Dalam arahannya Sujadi mengatakan, kesenian tradisional Kuda Lumping perlu dipertahankan dan dikembangkan lagi agar bisa menarik wisatawan.

"Kesenian Kuda Lumping sebenarnya mengandung banyak falsafah. Seperti para penari atau penunggang kuda bisa mengendalikan kudanya‎ dengan baik sesuai mengikuti lakon dan narasinya," ujarnya.

Kesenian Kuda Lumping, lanjut Sujadi, banyak makna se‎jarahnya. Bila perlu juga diselipkan berbagai lakon tentang sejarah perjuangan bangsa.

Sementara Kabid Kebudayaan Safril Saleh mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pringsewu Heri Iswahyudi menjelaskan, ke-25 grup yang mengikuti Festival Kuda Lumping ke-lll tahun 2018, berasal dari berbagai pekon (desa) tersebar se-Kabupaten Pringsewu.

"Setiap grup sejumlah 15 hingga 20 orang meliputi penari dan penabuh gamelan. Mereka diberi waktu sekitar 15 menit dalam penampilannya. Tetapi, peserta atau penarinya tidak boleh mabuk (kesurupan), jika sampai mabuk maka akan terkena diskualifikasi," jelasnya.

Safril me‎maparkan, dalam penilaian itu pihaknya menurunkan juri yang profesional merupakan budayawan dan tokoh seni serta ahli dalam kesenian tersebut. Penilaiannya meliputi, keserasian seragam dan kekompakan antara penari dengan penabuh gamelan. Bagi pemenang, panitia akan menyediakan tropi, piagam dan uang pembinaan.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR