PRINGSEWU (lampost.co) -- Sebanyak 30 grup kesenian kuda lumping se-Kabupaten Pringsewu mengikuti festival selama dua hari mulai Senin-Selasa (28-29/8/2017) di Lapangan Banyumas, Pringsewu. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pringsewu.

 



Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Pringsewu Sujadi ditandai dengan pemukulan gong, dengan dihadiri Asisten I Zuhairi, beberapa kepala OPD, anggota DPRD Pringsewu Anton Subagio dan uspika Kecamatan Banyumas.
 

‎Sujadi mengapresiasi Disdikbud Pringsewu yang telah merealisasikan programnya dengan menggelar festival kesenian tradisional berupa tari Kuda Lumping ini.

Menurutnya, kesenian tradisional seperti Kuda Lumping harus dipertahankan dan dikembangkan. Apalagi potensi wisata di Pringsewu tidak seperti daerah lain yang memiliki pantai dan laut. "Jadi pengembangan kesenian tradisional menjadi alternatif untuk memperkenalkan Pringsewu di luar daerah," kata Sujadi, Senin (28/8/2017).

 

Sementara Kepala Disdikbud Pringsewu Tri Prawoto menjelaskan 30 grup kesenian Kuda Lumping berasal dari berbagai pekon (desa) se-Kabupaten Pringsewu. "Di dalam mengikuti festival, peserta dilarang sampai mabuk, jika sampai mabuk maka akan terkena diskualifikasi", ungkapnya.

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR