JAKARTA (Lampost.co)--Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dia ingin bersama-sama dengan masyarakat Indonesia mengejar ketertinggalan dengan terus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang kesehatan, seperti menurunkan angka stunting dan kematian ibu.  

Untuk mencapai tujuan ini, Presiden menyatakan pemerintah berfokus pada pengelolaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 



Presiden prihatin mengingat masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami stunting. Dia menekankan pada seluruh lembaga kesehatan untuk berfokus pada masalah ini. “Jangan berbicara kompetisi dengan negara lain tapi kita punya stunting 37% 2017. Terima kasih karena berkat kerja sama bapak-ibu sekarang sudah turun jadi 30%. Harus turun lagi jadi 20%, 10% hilang,” tuturnya di Jakarta dalam rakerkesnas, Selasa (12/2/2019).

Hal yang serupa juga dilontarkan Presiden Joko Widodo mengenai masalah kematian ibu. “Kematian ibu alhamdulilah sudah menurun. Tolong hal basic seperti ini diperhatikan,” tuturnya. 

Sementara itu, dari pihak pemerintah usaha yang dilakukan adalah dengan berfokus pada pengelolaan BPJS. Presiden menyatakan pemerintah telah membayar iuran penerima bantuan iuran (PBI) secara disiplin dan telah membuat rancangan dana yang akan disalurkan. 

“Urusan BPJS, urusan pemerintah hanya PBI. Duitnya hanya PBI-nya BPJS itu. Awal Februari sudah kami kirim Rp6,8 triliun. Awal Maret kami kirim lagi Rp2,1 triliun dan awal april Rp6,3 triliun. Tapi melalui audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” tuturnya. 

“Pemerintah akan terus membantu menyehatkan dalam pengelolaan BPJS kita sehingga yang sehat bukan hanya masyarakat tapi juga BPJS dan rumah sakitnya,” tuturnya. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR