NTB (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo memastikan Lombok akan bangkit dari keterpurukan setelah dilanda gempa. Pemerintah terus memantau dan memberi bantuan kepada para korban.

 Jokowi mengungkapkan hal itu saat mengunjungi para korban gempa di posko pengungsi dan meninjau pembangunan puskesmas darurat yang ada di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kemarin. Itu merupakan kunjungan ketiga Presiden ke Lombok pascagempa yang terjadi pada 29 Juli.



 Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan menggunakan sepatu kets disambut Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.  Di sana, Presiden mendapat penjelasan proses pembangunan puskesmas yang sudah berjalan sekitar 50%.

 Jokowi juga membagikan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang terkena dampak gempa. Secara simbolis diberikan bantuan berupa tabungan untuk pembangunan rumah, masing-masing Rp50 juta untuk rusak parah, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Kepala Negara mengakui belum semua rumah mendapatkan bantuan. Dari 71 ribu rumah yang rusak, baru 19 ribu yang terverifikasi. Proses verifikasi dengan prinsip kehati-hatian masih terus berjalan.

 "Memang belum semua karena baru mulai. Kira-kira ada 71 ribu (rumah rusak), yang diverifikasi baru 19 ribu. Sampai hari ini ada 5.293 warga dari Lombok Timur, Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Barat yang tercatat yang menerima bantuan perbaikan rumah," kata Jokowi dikutip dari Medcom.id, Senin, (3/9/2018).

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR