JAKARTA (Lampost.co)--Tim Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno merilis laporan dana kampanye dari September 2018 hingga Februari 2019.

Dari laporan tersebut, Prabowo-Sandiaga menerima Rp134 miliar. Dana kampanye tersebut didominasi dari dompet Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Prabowo Subianto sendiri mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp36,4 miliar, sedangkan Sandiaga Uno menyumbang Rp95,4 miliar.



"Sisanya mendapatkan sumbangan pihak lain perorangan sebesar Rp386.654.500 dan sumbangan pihak lain kelompok sebesar Rp478.741.010," kata Bendahara Umum BPN Thomas Djiwandono melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/3/2019).

Dari kelompok, sumbangan terbesar diberikan oleh Padi Pro Pribumi  Jakarta sebesar Rp200 juta. Sedangkan untuk perorangan, sumbangan terbesar diberikan oleh Iman Loebis dari Jakarta sebesar Rp100 juta.

Adapun dari sumbangan dana kampanye tersebut, Thomas mengatakan BPN telah mengeluarkan dana sebesar Rp116,8 miliar. Ia merinci pengeluaran dana terbesar, yakni untuk melengkapi bahan kampanye sebesar Rp38 miliar.
"Pengeluaran lainya seperti dana operasional, pembelian peralatan, pertemuan terbatas, tatap muka, iklan media, dan APK," kata Thomas.

Sedangkan Rp35,9 miliar juga dikeluarkan untuk membiayai kegiatan lain, seperti kampanye di media sosial, sekretariat, media center, operasional posko, sosial kemasyarakatan, serta teritori dan jaringan. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR