KRUI (Lampost.co)--Tim dari World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, meninjau sekaligus menutup pelatihan ketrampilan sulam tapis kelompok Jaya Makmur,  ibu-ibu dari Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Way Krui,  Pesisir Barat, Senin (13/5/2019). 

Tim dari Yayasan WWF Indonesia, Mira, menyampaikan kegiatan pelatihan keterampilan Sulaman Tapis yang  telah di jalankan oleh ibu-ibu Pekon Labuhanmandi  tersebut, diharapkan mampu berkembang dengan keterampilan itu masyarakat khususnya para ibu mampu meningkatkan perekonomian rumah tangga mereka dan umumnya untuk masyarakat setempat. 
Peratin Pekon Labuhanmandi, Husni Thamrin, mengatakan pihaknya  antusias dengan kegiatan itu."Kegiatan keterampilan ini diharapkan para ibu di pekon kami mendapat keterampilan yang dapat menopang ekonomi keluarga. kegiatan seperti inilah yang di inginkan oleh masyarakat yang di sekitar hutan kawasan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, selain dari hasil getah damar yang memang selama ratusan tahun menjadi salah satu sumber nafkah keluarga masyarakat disini, " kata Husni. 
Hasil Kerajinan sulam tapis yang ditampilkan ibu ibu pada kegiatan itu yang merupakan hasil dari pelatihan selama 26 hari tersebut diantaranya ketupung (kopiah)  tapis,  dompet tapis, kain sulaman.



Pihak TNNBS mengatakan ada 200 Pekon yang tersebar di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat yang menjadi wilayah penyangga TNBBS. Potensi hutan yang ada dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,  namun untuk itu harus sesuai aturan dan prsedur yang berlaku. 
Kepala SPTN Wilayah 111 Krui, Suhana, mengatakan pihaknya berharap semua elemen masyarakat bersama pemerintahan dapat terus menjaga kelestarian hutan ekosistem dan margasatwa didalamnya, karena keseimbangan alam sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia sekarang dan kedepannnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR