PANARAGAN (Lampost.co)--Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mapilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Tulangbawang Barat merekomendasikan sangsi tegas kepada panitia pemungutan suara (PPS) yang terbukti tidak mengumumkan sertifikat hasil penghitungan suara (C1) di masing-masing wilayah kerjanya.

Hal ini setelah ditemukan sejumlah PPS di Kabupaten Tubaba tidak mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS yang berada di wilayah kerjanya selama 7 hari.



"Kami cek di beberapa tiyuh, banyak PPS yang tidak mengumumkan salinan hasil penghitungan suara. Padahal ini kewajiban mereka yang sudah diatur dalam Undang-undang Pemilu," kata Ketua Mappilu-PWI Tubaba M Shobari dalam rilis Mappilu-PWI, yang diterima Lampost.co, Selasa (23/4/2019).
Ari menjelaskan, keharusan pemasangan hasil penghitungan suara tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dalam pasal 391, PPS wajib mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya.

"Dalam Pasal 508 Undang-Undang Pemilu, diatur setiap anggota PPS yang tidak mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391, dihukum dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12 juta," ujarnya.

"Masyarakat yang menemukan di tiyuh/kampung/kelurahan belum terdapat pengumuman tersebut agar segera melapor ke Bawaslu dan Mappilu-PWI dan yakinlah akan dilindungi. Karena ini hak masyarakat untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya sehingga tidak simpang siur," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Tubaba, Ismanto Ahmad mengatakan pihaknya sudah berulang kali memerintahkan setiap PPS untuk menempel salinan tersebut di wilayah kerjanya masing-masing.

"PPS berkewajiban mengumumkan hasil penghitungan sesuai UU Pemilu. KPU sudah memerintahkan untuk menempel, tinggal temen-teman dibawah untuk menindaklanjutinya," kata dia di ruang kerjanya, Selasa (23/4/2019) sore.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR