KALIANDA (Lampost.co)--Pembangunan ruas tol yang berada di STA 21-300 Lampung Selatan sudah rampung, namun jalan Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang rusak berat akibat aktivitas kendaraan proyek konstruksi jalan tol trans sumatra (JTTS) belum diperbaiki. 
Kepala Desa Kuripan, Irwan, mempertanyakan komitmen PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksanan pekerjaan ruas jalan tol STA 21-300. 
“Pembangunan tol di wilayah Desa Kuripan telah selesai. Sekarang pekerjaan kontruksi dilanjutkan ke Dusun Kayuubi, Desa Kekiling.  Namun aktivitas kendaraan yang mengangkut material masih melintasi jalan di Desa Kuripan,” kata Irwan, Selasa (17/7/2018).
Seharusnya, ujar dia,  jika pengerjaan jalan tol pindah ke desa lain, maka arus kendaraan yang mengangkut material melintas di jalan desa yang bersangkutan. “Kalau seperti ini, namanya tidak sesuai kesepakatan," tegas kepala Desa Kuripan.  
Ia juga mendesak perusahaan jalan tol menempati janji. Dimana janji tersebut dikatakan jika pekerjaan telah selesai, maka jalan desa yang rusak akan diperbaiki. 
"Saya berharap sebelum Agustus 2018 ini jalan sudah diperbaiki, sebelum ada tindakan lain yang dapat merugikan semua pihak," tandasnya. 

Dihubungi terpisah Humas PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Yus Yusuf mengaku pihaknya masih fokus mengerjakan jalan utama yang akan diresmikan presidsn RI Joko Widodo. 
“Kita masih fokus pengerjaan di jalan utama karena mau diresmikan presiden. Jalan warga pasti kita perbaiki karena MoU dengan Pemda. Perkiraan setelah September 2018,” kata Yus Yunus melalui pesan WhatsApp. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR