PRESIDEN Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 yang memberi diskon pajak penghasilan badan hingga 300% bagi perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan tertentu. Diskon juga buat kegiatan pemagangan dan pelatihan kerja berkompetensi (200%), serta perluasan bisnis ke usaha padat karya (60%). 

Diskon 300% dimaksud dari jumlah yang dikeluarkan perusahaan untuk penelitian dan pengembangan tertentu, dikurangkan pada pajak penghasilan badan perusahaannya tahun berjalan.



"Kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Pasal 29C merupakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia untuk menghasilkan inovasi, penguasaan teknologi baru, dan/atau alih teknologi bagi pengembangan industri untuk peningkatan daya saing industri nasional," bunyi Pasal 29C Ayat (2). (detik-finance, 9/7/2019)

Sedang diskon hingga 200% dari biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraannya, buat wajib pajak badan dalam negeri yang melakukan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi tertentu.

Berbasis kompetensi dimaksud adalah pembelajaran yang strategis untuk mencapai efektivitas dan efisiensi tenaga kerja sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia, dan memenuhi struktur kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha/industri. (Pasal 29B)

Sebelumnya pada Pasal 29A, wajib pajak badan dalam negeri yang melakukan investasi baru atau perluasan usaha tertentu di industri padat karya dan belum mendapat fasilitas sebagaimana dimaksud Pasal 31A UU Pajak Penghasilan dan fasilitas Pasal 29 Ayat (1), bisa diberi fasilitas pajak berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 60% dari jumlah penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan usaha utama, yang dibebankan pada waktu tertentu.

PP Nomor 45 Tahun 2019 ini tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak Penghasilan Tahun Berjalan. Dalam perubahan aturan ini pemerintah memberi insentif kepada pelaku usaha yang terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dengan insentif tersebut diharapkan kalangan pengusaha lebih bergairah mengembangkan SDM dalam praktik industrial, sehingga kualitas SDM negeri kita terus meningkat dan unggul dalam persaingan global sesuai dengan tingkat kemajuan teknologi. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR