BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lampung memiliki potensi cukup besar dalam hal energi terbarukan. Namun, pengolahan energi berbasis biomassa melalui teknologi belum maksimal dilakukan.
Pengajar Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung, Udin Hasanudin kepada lampost.co, Jumat (20/7/2018) mengatakan di Lampung secara umum mempunyai banyak argoindustri penghasil limbah yang dapat dikonversikan menjadi energi biomassa.
Ia mencontohkan pada limbah pertanian seperti jagung, singkong, dan jerami padi, bila dikumpulkan limbah-limbah tersebut dari seluruh penjuru di Lampung dan diolah melalui sentuhan teknologi, energi biomassa tersebut dapat menekan efek rumah kaca.
“Sebenarnya potensi energi biomassa cukup besar di Lampung, namun sejumlah pihak belum tertarik untuk mengolah limbah-limbah tersebut, karena investasi yang digulirkan dengan hasil didapat tidak sepadan,” ujar dia.
Selain potensi biomassa, menurut dia potensi biodiesel di Lampung juga tidak kalah besar, karena di Lampung terdapat sejumlah perkebunan penghasil tanaman kelapa sawit seperti di Mesuji, Tulangbawang, dan Lampung Tengah.
“Kalau dulu yang ramai dibicarakan mengenai potensi biodiesel yakni tanaman jarak pagar, tetapi karena jumlah tanamannya rendah sehingga potensi itu redup, tetapi alternatif lain mengenai potensi biodiesel ada di sawit, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR