BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandar Lampung menyebut selama masa pengaduan soal Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran terhadap karyawan perusahaan swasta nihil laporan. 

Kepala Disnaker Kota Bandar Lampung Wan Abdurrahman, saat ditemui diruangannya, Kamis (20/6/2019), mengatakan bahwa selama masa pengaduan mulai dari seminggu sebelum Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah atau h-7, sampai dengan sehari sebelum Lebaran tidak terdapat laporan atas pengaduan THR karyawan swasta yang tidak atau belum dibayarkan. 



“Untuk laporan tidak dibayarakan THR tidak ada,  hanya ada satu laporan karena jumlahnya (THR) tidak sesuai. Itu dari pengemudi truk di pelabuhan Panjang, ada 7 orang didampingi pihak kepolisian mereka datang ke kantor Disnaker di bagian pengaduan,” ujarnya. 

Kemudian dengan adanya laporan itu, Disnaker Kota memberikan pemahaman tentang aturan dan perhitungan soal jumlah THR yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan kepada karyawan. 
Dalam kasus ini yang harus memberikan tunjangan tersebut ialah pemilik dari kendaraan truk muatan tersebut. “Saat itu juga langsung kita berikan arahan dan pemahaman tentang jumlah harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan. Dan ini sudah menjadi kewajiban pemilik truck kepada pengendara, sebab sudah kesepakatan antara pihak pelabuhan dan pemilik angkutan,” jelasnya. 

Disnaker Kota menyarankan agar lebih lanjut laporan disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, sebab menurutnya kewenangan ada pada provinsi, Disnaker kota hanya sebagai tempat pengaduan yang ada. “Mereka (provinsi) yang punya kewenangan,  kita (Kota) enggak punya,” kata dia. 

Wan Abdurrahman menerangkan bahwa bila mengacu pada jumlah banyaknya laporan atas pengaduan belum dibayarkannya thr oleh perusahaan swasta kepada karyawan, untuk tahun ini dapat dikatakan nihil akan laporan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR