ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan polusi udara membunuh 7 juta orang setiap tahunnya. Sebuah studi terbaru menyatakan orang-orang yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara yang buruk berisiko mengidap depresi dan gangguan bipolar di masa depan.

Penelitian yang terbit di Jurnal PLOS Biology ini menganalisis data base asuransi 151 juta orang di AS yang berobat dalam 11 tahun akibat penyakit neuropsikiatri. Peneliti kemudian membandingkannya dengan pengukuran 87 potensi polusi udara. Ditemukan ada “kaitan signifikan” antara penyakit mental dan paparan polusi udara, terutama saat anak-anak.



Disebutkan, negara-negara dengan kualitas udara terburuk memiliki peningkatan gangguan bipolar sebanyak 27% dan 6% kasus depresi berat. Hal itu jika dibanding dengan wilayah yang memiliki udara bagus. Penelitian pada hewan menunjukkan pencemaran udara masuk ke otak dan depresi. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR